Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Inilah sebabnya mengapa DFSK sangat ingin meluncurkan Minibus dan Blind Van di Indonesia

In: Otomotif

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Kendaraan komersial, terutama truk dan truk, telah menjadi salah satu penyumbang penjualan roda empat di Indonesia. Meskipun pasar kendaraan komersial keseluruhan cenderung menurun pada tahun 2019 dibandingkan dengan hasil penjualan pada tahun 2018, pedagang kendaraan komersial bersemangat tentang penjualan tahun 2020 karena ini bukan lagi tahun politik. Berkat penjualan truk pickup Super Cab, truk pickup memiliki berbagai mesin bensin dan diesel untuk dipilih, sehingga sangat menonjol di bidang kendaraan komersial.

Pada tahun 2020, Dongfeng SKSK akan menjadi lebih ditentukan dalam penjualan kendaraan komersial dengan menjual model-model terbaru di bidang kendaraan komersial ringan.

Jenis minibus yang digunakan dalam mobil penumpang dan pasar transportasi paket yang berkembang.

Baca: Pasar Kendallland membaik, DFSK siap untuk menetapkan posisinya dengan menjual minibus dan van tak berawak

Data yang dirilis Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pada tahun 2019 bahwa minibus Volume penjualan mencapai 18.300 unit, dan tumbuh sebesar 2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018.

Baca: Penjualan ritel Suzuki meningkat 2,5% pada bulan Januari, dan New Carry Sturdy mengendalikan pasar van

Pada saat yang sama, penjualan van buta mencapai 9.600 unit atau pertumbuhan meningkat secara signifikan hingga 15% — Data positif ini mendorong DFSK telah meluncurkan model-model baru di bidang kendaraan komersial ringan selain pickup.

Baca: 13 unit truk KKEZER RKE 150 dari Astra UD Trucks sekarang memperkuat armada logistik independen mereka

DFSK memiliki semakin banyak peluang untuk memasuki dan mengembangkan kegiatan di bidang minibus dan van, seperti Tidak banyak peserta dalam dua segmen pasar ini.

Perhatikan bahwa saat ini hanya dua merek yang bermain. Yaitu, Daihatsu menggunakan minibus Grandmax dan Granmax van shutters dan model Luxio, dan Suzuki menggunakan minubus Suzuki APV dan model truk penyimpanan APV.

Oleh karena itu, masuknya DFSK ke segmen pasar ini akan memberi konsumen semakin banyak pilihan untuk membeli mobil yang memenuhi kebutuhan dan daya beli mereka.

Hasil survei internal DFSK menunjukkan bahwa penggunaan minibus oleh konsumen Indonesia dapat menggunakan model mereka dua kali lipat.

Pertama-tama, konsumen individu cenderung menggunakan hingga 60% kendaraan minibus sebagai mobil penumpang, dan 40% sisanya untuk transportasi kargo.

Seperti halnya perusahaan atau konsumen, hingga 60% minibus digunakan untuk transportasi barang, sementara 40% digunakan untuk kendaraan penumpang.

Di Indonesia, mobil buta biasanya digunakan untuk memenuhi logistik, makanan dan minuman, ambulans, transportasi, kendaraan sosial dan berbagai kebutuhan lainnya. Model minibus, mobil buta akhir dan DFSK akan diluncurkan di GIICOMVEC 2020, yang secara resmi akan dibuka pada hari Kamis di JCC Senayan.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top