Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Ups, akibat operasi Eustis, banyak pelari yang menyalahgunakan masker

In: Otomotif

Laporan Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Perhubungan Metro Polda Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pihaknya masih menemukan banyak orang yang melanggar perjanjian kesehatan dalam proses penerapan perjanjian kesehatan Covid-19. Menurut Sambodo, pelaku kejahatan yang banyak melanggar aturan tidak memakai masker dengan baik. Banyak pengendara yang memakai topeng, tapi seharusnya tidak.

“Ada yang memakai masker, tapi tidak digunakan dengan semestinya. Kalau tidak menutupi mulut, hidung, dan dagu tetap dianggap melanggar masker. Aturan ini,” kata Sambodo kepada wartawan, Selasa. (15/9/2020) Selain itu, Sambodo mengatakan banyak pengendara yang tidak menggunakan masker saat berkendara. Namun, dalam kasus ini, pelanggar relatif sedikit. — Bacaan: Protes Dokter Yang Digeledah Tanpa Masker: Kenapa Dipakai Sendiri di Mobil?

“Rata-rata pemakaian masker sangat tinggi”, tapi masih ada 1 atau 2 orang, terangnya.

Baca: Orang Ini Denda 50.000 Rupiah Karena Mengantongi Masker Saat Penggerebekan di Trenggalek Sambodo ingat pelanggar yang tidak menerapkan tata cara sanitasi selama periode ini akan dikenai sanksi pengetatan PSBB. Ini termasuk sanksi dan denda untuk pekerjaan sosial.

“Jika ada yang tidak mengajukan lamaran, tentunya sesuai peraturan gubernur akan mendapat bakti sosial pertama kali selama 60 menit dan didenda 250.000 rupiah,” pungkasnya.

Laporan sebelumnya menyebutkan, selama masa pengetatan PSBB di Jakarta yang dimulai hari ini (Senin / 9/14), Polda Metro Jaya telah mendirikan 8 pos pemeriksaan untuk melaksanakan operasi justisi guna memberantas perjanjian kesehatan Covid-19. 2020) .

“Di Jakarta, kita butuh 8 poin untuk melaksanakan peradilan,” kata Pol Sambodo Purnomo Yogo, Direktur Perhubungan Polda Metro Jaya Kombes di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/9/2020) .

Menurut Sambodo, delapan pos pemeriksaan tersebut akan ditempatkan di perbatasan zona penyangga di Jakarta. Selain itu, di titik tersebut dianggap memiliki tingkat kepadatan pengendara sepeda yang tinggi.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top