Loading the content... Loading depends on your connection speed!

DP yang ringan menjadi solusi tepat untuk membeli mobil yang sedang pandemi

In: Otomotif

Reporter Sanus Tribunnews.com-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Lembaga Jasa Keuangan Indonesia (APPI) mengumumkan kebijakan uang muka (DP) baru untuk pembelian mobil, mengurangi proporsi pembelian mobil dari 50% menjadi 35% -40 % Untuk mendorong kepentingan umum. Beli mobil baru di pasar mobil domestik.

Sehubungan dengan hal tersebut, pasar otomotif juga telah mengurangi PD pembelian mobil sesuai dengan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh APPI.

“Memahami situasi saat ini, Ardy Alam, CEO Garasi Automotive Markets, mengatakan pada Senin (5/10/2020) bahwa DP 30% telah diberlakukan untuk setiap pembelian mobil bekas dengan service mobil prioritas ( Setoran Prabayar) .- Baca: Pasar Mobil Ini Telah Mengurangi Mobkas Hingga 30% dan Membeli DP- “Kami berharap bersama mitra pembiayaan ternama BCA Finance, promosi DP rendah dapat memuaskan masyarakat Indonesia yang berusaha melindungi diri dari gangguan. larutan. Ia mengatakan virus itu menyebar lebih cepat di tempat umum.

Kredit Kilat

Ardy menjelaskan, ketika seseorang ingin mengajukan pengajuan simulasi finansial untuk mobil bekas miliknya, fitur Kredit Kilat itu sendiri memiliki konsep kepastian finansial (reputasi). -Pemilik.

Baca: Mitsubishi Belum Selesaikan Kebijakan Zero PD Kendaraan Listrik-Hasil penyerahan simulasi akan meyakinkan calon pembeli berapa biaya untuk memiliki mobil setiap bulannya. — Menghadapi situasi seperti itu, Garasi mengajukan solusi berupa promosi #RebaranPerjuangan, masa promosinya mulai 1 Oktober hingga 15 November 2020.

Tentunya demi memberikan nilai kepercayaan yang lebih, Garasi dan salah satu penyedia jasa keuangan terbesar dan terpercaya, BCA Finance. Orang yang membeli mobil dengan penundaan waktu bisa melihatnya sebelumnya, “kata Adi Alam.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top