Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Juru Bicara Kepresidenan: Jokowi ingin industri surat kabar berfungsi secara sehat dan terlindungi

In: Nasional

Reporter Jakarta Tribunnews.com Fransiskus Adhiyuda melaporkan-Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman mengatakan pemerintah akan memberikan berbagai insentif bagi surat kabar atau industri media. Hubungan perburuhan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Selain itu, industri surat kabar juga berperan penting dalam demokrasi dan informasi. Fadjroel Rachman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26 Juli 2020), mengatakan dapat berfungsi secara sehat dan terlindungi sehingga masyarakat dapat terus memperoleh informasi yang berkualitas.

Baca: Sapi Kurban Yokowi Diperlakukan Khusus: Umur Makan 3 Kepala, 2 Juta Karpet Bisa Tidur Nyenyak

Menurut Fadjroel Rachman, Negara Perlu Tekan Jelas Muncul perspektif untuk mempertahankan kehidupan demokrasi dari kekacauan informasi, penyebaran hoax dan ujaran kebencian.

Selain itu, keberadaan pers juga telah melahirkan semangat positif yang dapat meningkatkan produktivitas dan optimisme bangsa.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Muliani Inrawati melakukan pertemuan virtual dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Jumat (24 Juli 2020), Dewan Pers Ketua Mohammad Nuh dan perwakilan dari banyak asosiasi media massa nasional di Jakarta berbagi pandangan tentang pertemuan tersebut. Tindakan Disiplin-Pertama, pemerintah akan menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kertas koran yang dijanjikan Presiden Jokowi mulai Agustus 2019. -Dalam Peraturan Menteri Keuangan, Perpres Nomor 72 Tahun 2020, disebutkan bahwa Pajak Pertambahan Nilai Bahan Baku Barang Cetakan menjadi tanggung jawab pemerintah.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top