Loading the content... Loading depends on your connection speed!

MA yang kecewa KPK menilai Talaud Sri Wahyumi dari Pemkab selama 2 tahun

In: Nasional

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung terkait penangkapan mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip dalam kasus korupsi. Wahyumi berumur 4 sampai 2 tahun. Juru bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Baca: Presiden KPK Tunjukkan 4 Fenomena Potensi Korupsi dalam Penanganan Covid-19

Menurut Ali, Wahyumi harus divonis 4,5 tahun penjara karena terbukti terbukti melakukan dakwaan korupsi. Bahkan jika hukuman itu didasarkan pada hukuman empat tahun umum.

“Kami khawatir keputusan ini akan menjadi preseden buruk dalam upaya pemberantasan korupsi,” kata Ali. ——Tapi Ali mengatakan bahwa putusan MA harus tetap dihormati. —— “KPK berharap aparat penegak hukum memiliki kesamaan visi dan semangat yang sama dalam upaya pemberantasan. Korupsi,” pungkasnya. Covid-19

Terkait putusan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Wahyumi, Mahkamah Agung menyetujui putusan tersebut pada Selasa (25/8/2020). Di Kabupaten Kepulauan Talad pada 2019.

Ternyata Sri Vayuni menerima suap dari seorang pengusaha bernama Bernard Hanafi Carallo berupa berbagai bingkisan, termasuk bingkisan. Tas, barang mewah, dan perhiasan senilai Rp491 juta.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top