Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Jaksa akan dilibatkan dalam berkas surat palsu dari Jalan Djoko Tjandra ke Bareskrim Polri.

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim melaporkan bahwa Jaksa Agung Jakarta (JAM Pidum) menyatakan bahwa dokumen terkait dokumen perjalanan palsu dan kebebasan Djoko Tjandra palsu Covid-19 adalah milik Jaksa Agung (JPU). Kejaksaan Agung Fadil Zumhana -JAM Pidum (JAM Pidum RI) menyatakan seusai jaksa dan pada Rabu, 9 September 2020, penyidik ​​dari Biro Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengusut judul perkara tersebut, Kopernya telah dikembalikan. Beritahu wartawan pada Rabu (2020/9/9).

Baca: KPK Bersiap Ambil Alih Peristiwa Pinangki

Bacaan: Kejaksaan Agung Masih Menjajaki Sosok Orang yang Memperkenalkan Jaksa Pinangki kepada Djoko. Tjandra-Baca: Kejaksaan Agung Lacak Dugaan Pinangki bahwa Flushing Menyuap Adiknya Djoko Tjandra-Namun Pihaknya Tak Bertindak Lebih Jauh Jelaskan mengapa berkas paspor palsu Djoko Tjandra tidak memenuhi persyaratan (P-19). Jelas, katanya, Bareskrim Polri perlu banyak pekerjaan.

“Saya tidak tahu apa substansinya,” pungkasnya. -Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Bareskrim Polri adalah penanggung jawab utama kasus pidana umum, dan melakukan penyidikan pertama dengan kejaksaan. Kasus Kejaksaan Agung (JPU) terkait perjalanan palsu dan dokumen bebas Covid-19 yang digunakan Djoko Tjandra.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo, mengatakan judul perkara tersebut digelar pagi ini di Gedung Kejaksaan Agung (8 September 2020).

“Kami melakukan eksposur kedua di Kejaksaan dan berakhir pagi ini,” kata Feidi kepada wartawan, Rabu (9/9/2020). ).

Ia mengatakan bahwa judul perkara dimaksudkan untuk mengkoordinasikan integritas perkara dengan kejaksaan.

“Kami sedang mengkoordinasikan formulir dan kelengkapan substantif ketiga dokumen tersebut dengan kejaksaan,” pungkasnya.

Sebagai referensi, Bareskrim Polri mengutip tiga dokumen perjalanan palsu dan Tersangka dengan dokumen gratis. Covid-19 palsu yang digunakan Djoko Tjandra. Mereka adalah Brigjen Prasetijo Utomo, Brigjen Djoko Tjandra, dan Brigjen Anita Kolopaking. Dalam kasus ini, tersangka Brigjen Prasetijo didakwa dengan tiga klausul yang tumpang tindih, yakni Pasal 263 ayat 1 dan 2, dan Pasal 55 ayat 1. KUHP E KUHP, Pasal 426 ayat 1, dan / atau KUHP, Pasal 221 ayat 1.

Pada saat yang sama, tersangka Anita Kolopaking diduga melakukan pelanggaran. Pasal 263 ayat 2 KUHP, penyiapan dokumen palsu.Selain itu, Anita diduga melanggar Pasal 223 KUHP tentang pendampingan kepada Djoko Tjandra saat masih buron.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top