Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Penanaman bawang hijau TSS menguntungkan petani, teknologi Soyblok Sider menjadi solusinya

In: Nasional

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para petani bawang merah untuk beralih ke benih bawang merah (TSS) yang sebenarnya daripada umbi-umbian sebagai benih.

Penanaman TSS dinilai lebih efektif dan menguntungkan bagi petani. -Inilah inti dari aksi virtual diskusi Gedor Horti bertajuk “Untung dari Tanam Bawang Merah / TSS”, Jumat (6 Juni 2020).

Prihasto Setyanto, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Ia mengatakan selain faktor keterjangkauan, produktivitas juga lebih baik dari umbi-umbian.

“Butuh tenaga lebih dari pada menggunakan bibit umbi. Waktunya relatif lama, sekitar 1,5 sampai 2 bulan, lebih lama dari pertumbuhan umbi.” Penjelasan

Baca: Kunjungan Menteri Pertanian ke Kendal bertambah Hasil jagung untuk pakan ternak-Manfaat lain dari penggunaan benih TSS adalah hasil yang lebih tinggi daripada umbi-umbian. -Prihasto kemudian mencontohkan cara tanam benih TSS bawang merah di Kabupaten Malaka. Katanya: “Belum pernah ada petani di sana yang menanam bawang hijau. Kemudian mereka mencoba menerapkan benih TSS. Cara penanamannya masih sangat sederhana, jadi hanya menabur benih dan tidak ada bibit.

” Karena tanahnya subur, yang digunakan hanya 7- per hektar. 10 ton pupuk kandang bisa menghasilkan sekitar 20 ton pupuk, hasilnya bagus. Sampai saya bawa sample ke kantor, ”jelas anton .

“ Sekitar 18-20 umbi per pon. Memang, jika ingatanku benar, variasinya adalah tuk tuk. Bentuknya besar dan terlihat seperti bawang merah. , “Dia melanjutkan.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top