Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Kejaksaan Agung mendakwa Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau karena diduga memeras Jaksa Penuntut Umum atas kasus penyerangan terhadap 63 Kepala Sekolah Inhu.

In: Nasional

Laporan Tribunnews.com reporter Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 63 direktur sekolah menengah negeri (SMP) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Mereka mengundurkan diri karena diduga pemerasan oleh jaksa. . Negeri (Kejari) Inhu.

Setelah Ketua JPU Hari Setiyono membenarkan, pihaknya hanya memberikan tanggapan singkat atas dugaan kasus pemerasan yang dilakukan jaksa Inhu. Departemen Kehakiman Riau dulu. .

“Kahati Rione, please,” kata Harry saat dihubungi, Minggu (16/8/2020).

Dia tidak menjelaskan lebih detail apakah Wakil Menteri Kehakiman yang membidangi pengawasan (JAM) Kejaksaan Agung RI juga akan turun tangan untuk meninjau pemeringkatan tersebut.

Baca: FAKTA 64 Kepala Sekolah SMA Mundur, dan Diduga Petugas Tidak Etis Diperas Rp 65 Juta

Untuk saat ini, pihaknya masih melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Riau.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) di Riau.

Pemeriksaan ini dilakukan KPK di sebuah hotel berbintang lima di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, dibenarkan oleh Juru Bicara Pemberantasan Korupsi KPK Ali Fikri. -Tapi Ali tidak mengatakan apa-apa tentang itu. Pasalnya, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top