Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Menteri Luar Negeri: 436 WNI, Tablighi Jamaat, memulai proses hukum di India

In: Nasional

Laporan Reporter Tribunnews Larasati Dyah Utami-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Sebanyak 436 gereja tabu di Indonesia sedang dalam proses hukum di India-Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, angka tersebut dihimpun oleh Kementerian Luar Negeri. RI berada antara 14 dan 16 Juli 2020. India sudah dibebaskan dari pengadilan- “Pengadilan India memutuskan bahwa 98 WNI yang mengajukan pembelaan akan didenda 10.000 rupee, yaitu sekitar 2 juta rupee,” kata Menteri Luar Negeri Retno Retno, Kamis (23 Juli 2020). ) Konferensi pers online. Dari total 751 gereja Tabili Indonesia di India, 19 orang dipulangkan karena proses pengujian sudah selesai dan dia diminta untuk melanjutkan: “Masih ada 732 umat Tabilij yang masih di India.” Lanjutnya Kata.

Kemlu, KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai dilimpahkan kepada Menlu untuk terus mengupayakan bantuan kekonsuleran dan tetap berhubungan dengan jemaah – jika semua prosedur hukum dan penarikan sudah diperoleh, pihaknya juga akan meloloskan mekanisme repatriasi independen Dia juga mengatakan izin imigrasi sudah selesai. “Komunikasi dengan otoritas India juga sedang berlangsung.” Tambahan.

Baca: Kasus Hukum 436 Jamaah Tabligh Indonesia di India diadili oleh Pengadilan Marathon

Seperti kita ketahui, ratusan jemaah Tabligh di India dan negara lain telah ditahan karena peraturan karantina setempat untuk mencegah Covid -19 Penyebaran pandemi.

Karena gereja-gereja tertentu akan mengambil tindakan hukum, ratusan anggota Tabiliji Jamat Indonesia juga telah ditahan di India. Ini berarti kelalaian yang menyebabkan penyebaran penyakit, menyalahkan peraturan pandemi, dan menolak kebijakan manajemen bencana dan peraturan visa pemerintah India.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top