Loading the content... Loading depends on your connection speed!

ICW memanggil Mahfud MD tanpa memulai kembali tim pemburu korup

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Ilham Rian Pratama melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Indonesia Corruption Watch (ICW) memperkirakan tim pemburu oknum koruptor yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (KemenkoPolhukam) belum dibutuhkan.

Peneliti ICW Wana Alamsyah mengatakan bahwa jika Anda melihat kisah pendiriannya pada tahun 2002, tim tersebut tidak dapat beroperasi secara efektif. Evaluasi pemerintah terhadap tim tidak pernah dipublikasikan, “kata Wana dalam siaran persnya, Jumat (2020/10/7). Fokus pada penguatan aparat penegak hukum (APH) daripada memulai kembali tim pengejar korup.

Menurutnya, akibat pengaruh berbagai kementerian dan beberapa aparat penegak hukum, tim tersebut bisa saja tumpang tindih dalam hal kewenangan.Baca: Maria Pauline Lumowa Sudah 17 Tahun Ditangkap sebagai Buronan, Dan Dia Telah Melawan Yasonna Karya diam Laoly menyatakan penghargaan- “Menurut arsip ICW dari tahun 1996 hingga 2018, penegak hukum telah menangkap 40 kasus korupsi. Artinya, Wanner mengatakan: “Dalam hal ini, aparat penegak hukum perlu diperkuat. Melalui ekstradisi.” Wanner berharap pemerintah dapat menggunakan metode informal antarnegara di masa depan untuk mempercepat penangkapan puluhan penjahat. Proses molekuler. Dia berkata: “Jangan sembunyikan buronan di negara lain.” “Jangan sampai dirimu berada dalam pandemi saat ini. Pasukan baru yang bekerja untuk menyelesaikan tugas itu justru akan menjadi bumerang.” Sebelumnya menjabat sebagai Menteri Urusan Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud. MD menyatakan akan memulai kembali tim pemburu korup. korupsi.

“Kementerian pemerintah akan berkoordinasi untuk mengkoordinasikan bidang politik, hukum, dan keamanan. Tim pemburu koruptor ini sudah ada,” kata Mahfud dalam video, Jumat (10/7/2020).

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top