Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Selama hukuman KPK, Mahkamah Agung mempertahankan Romahurmuziy

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Ilham Rian Pratama melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Mahkamah Agung (MA) masih akan menahan mantan presiden Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy alias Romy, setelah naik banding oleh Komite Anti-Korupsi Komite (KPK) .

Juru bicara Badan Anti-Doping Dunia Andi Samsan Nganro mengatakan bahwa setelah Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan penahanan kepada Romy.

“Mahkamah Agung memutuskan untuk menahan terdakwa Romy atas dasar penilaian putusan semula,” kata Andy ketika mengontaknya, Rabu (29/4/2020). –Lebih: Liverpool berpartisipasi dalam perburuan striker Nigeria Andi menjelaskan bahwa penahanan Romy mulai berlaku pada hari Senin, 27 April 2020 (tanggal KPK secara resmi mengajukan banding). –Baca: Orang ini belum pernah dikirim ke Covid-19 Rp. Namun, US $ 600.000 untuk bantuan, berita virus, ia menunjukkan bahwa laporan putusan semula menyatakan bahwa Roma dijatuhi hukuman satu tahun penahanan dan satu tahun penjara berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. .

Baca: Lionel Messi marah pada perlakuan Barcelona terhadap Philippe Coutinho

Andy mengatakan, menurut Hukum Acara Pidana ( KUHAP) dan “Volume Two MA”, Presiden dapat memerintahkan terdakwa untuk dibebaskan dari penahanan. Menurut hukum.

Dia mengatakan bahwa ketika menentukan penahanan Romy, MA menetapkan klausa bahwa penahanan terdakwa sama dengan keputusan Pengadilan Tinggi sehingga terdakwa dapat dibebaskan dari penahanan oleh hukum. Romy dijatuhi hukuman satu tahun penjara dengan naik banding. Hukuman banding lebih ringan dari persidangan awal, yang dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Pengacara Romy, Maqdir Ismail mengatakan bahwa sejak keputusan banding, kliennya harus dijatuhi hukuman penjara satu tahun dan tidak dapat dimintai pertanggungjawaban oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Karena itu, kalaupun KPK mengajukan banding, Maqdir menuntut pembebasan Romy.

Menanggapi desakan Romy, KPK mengumumkan bahwa setelah naik banding, kuasa penahanan Romy adalah milik Mahkamah Agung.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top