Loading the content... Loading depends on your connection speed!

KPK membuat Jokowi menghafal 6 saran, sehingga kontribusi BPJS terhadap kesehatan tidak akan meningkat

In: Nasional

Sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com Ilham Rian Pratama-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap bahwa Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi dapat meninjau keputusan untuk meningkatkan kontribusi BPJS terhadap kesehatan. -Kami tahu bahwa salah satu tersangka mencurigai bahwa pemerintah mengalami defisit dan meningkatkan kontribusi kesehatan BPJS.

Membaca: Menangis, murid berharap staf medis akan tetap sehat: Terima kasih. Pengorbanan

Bahkan, KPK sudah mengajukan enam rekomendasi agar BPJS Kesehatan tidak akan menderita kerugian.

Nurul Ghufron, wakil presiden KPK, percaya bahwa jika rekomendasi KPK dilaksanakan, tidak perlu meningkatkan kontribusi kesehatan dari BPJS. Mengingat situasi sulit saat ini dan potensi dampak di masa depan, ini akan membawa beban berat bagi masyarakat.

Ghufron mengatakan bahwa KPK sepenuhnya mendukung realisasi rencana pemerintah untuk mencapai cakupan kesehatan universal dalam organisasi kapas organik, memastikan bahwa masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang didukung oleh fasilitas kesehatan yang baik tanpa kesulitan keuangan.

“Beberapa solusi alternatif yang kami usulkan adalah serangkaian kebijakan yang telah disahkan oleh Departemen Kesehatan. Kami percaya bahwa kebijakan ini dapat mengurangi beban biaya yang harus ditanggung BPJS Kesehatan, sehingga dapat mencegah Ghufron pada hari Jumat (Mei 2020) 15) dinyatakan dalam siaran pers.

Berikut ini adalah enam rekomendasi KPK sehingga BPJS Kesehatan tidak memiliki defisit:

1. Dalam hal ini, pemerintah harus menyelesaikan “National Panduan Praktik Kedokteran (PNPK) .– 2. Kontrol kelas rumah sakit.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top