Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Kemenkumham: Setelah membebaskan 30.000 orang dewasa dan anak-anak yang ditahan, negara menyelamatkan 260 miliar rupee

In: Nasional

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengatakan negara menghemat anggaran sebesar 260 miliar rupiah untuk 30.000 tahanan dewasa dan anak yang dibebaskan karena program asimilasi dan integrasi. Penduduk di panti asuhan dapat menghirup udara bebas lebih cepat untuk mengekang penyebaran Penyakit Coronavirus 1919 (Covid-19) di Lapas (Lapas) dan pusat penahanan yang penuh sesak (Rutan).

“Nominal hasil perhitungan 270 hari (April-Desember) x Rp32.000,00 Biaya hidup (makanan, kesehatan, orientasi, dll) dikalikan 30.000 orang,” Junaedi, Direktur Departemen Pelatihan Narapidana dan Pelatihan Produksi, Biro Umum Pemasyarakatan Ucapkan Rabu (4 Januari 2020) melalui siaran pers.

Di saat yang sama, Nugroho, Direktur Tata Usaha Negara Lapas, menegaskan pembebasan dan pembebasan tidak berlaku bagi narapidana dewasa dan anak-anak terkait terorisme dan psikotropika. Korupsi. Ia mengatakan: “Kami tidak akan menangani PP 99 Narapidana atau anak-anak yang relevan memberikan hak asimilasi dan integrasi. “- Berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan Maret pada 29 Februari 2020, orang dewasa atau anak-anak yang mengusulkan untuk mendapatkan hak asimilasi dan integrasi terbesar berasal dari Sumatera Utara, dengan total 4.730 orang, diikuti oleh Jawa Timur berpenduduk 4.347 orang, dan Jawa Barat 4.014 orang. Nugroho menjelaskan: “Langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan narapidana atau anak-anak di Lapas / Rutan / LPKA karena memiliki tingkat hunian yang tinggi dan rentan terhadap penyebaran dan penyebaran Covid-19,” jelas Nugroho. Mengatakan. Sumatera Utara-Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengeluarkan keputusan tentang pembebasan dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi.

Dalam Keputusan Menteri (Kepmen) M.HH-19.PK.01.04.04 Pada tahun 2020 akan ditetapkan berbagai peraturan untuk pembebasan narapidana dan anak-anak yang telah berasimilasi dan dibebaskan.

Yaitu, hingga 31 Desember 2020, narapidana yang hukumannya akan dikurangi 2/3; anak yang masa hukumannya akan dikurangi menjadi 31 Desember 2020; serta narapidana dan anak yang tidak ada kaitannya dengan PP nomor 99 tahun 2012, Mereka saat ini tidak menerima subsidi dan bukan warga negara asing.

Selain itu, pekerjaan asimilasi dilakukan di rumah, dan sipir, kepala LPKA, dan kepala rutan mengeluarkan perintah asimilasi. Sejumlah peraturan juga telah diadopsi untuk membebaskan tahanan dan anak-anak melalui integrasi (pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan cuti gratis).

Diantaranya adalah narapidana yang menjalani dua pertiga dari masa hukumannya; anak-anak menjalani setengah dari masa hukumannya; serta narapidana dan anak-anak yang tidak ada hubungannya dengan Peraturan Pemerintah No. 99 tahun 2012. Narapidana dan anak-anak ini saat ini tidak mendapatkan subsidi dan bukan warga negara asing. .

Kemudian, melalui database penjara dan keputusan integrasi, rekomendasi dikeluarkan oleh direktur penjara.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top