Loading the content... Loading depends on your connection speed!

PPDI dan SOKSI sepakat bekerjasama untuk meningkatkan kapasitas desa

In: Nasional

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Persatuan Alat Kelistrikan Desa Seluruh Indonesia (PPDI) telah mencapai kesepakatan dengan Pusat Organisasi Karyawan Mandiri Indonesia (SOKSI) untuk bekerja sama mempercepat pemberdayaan desa, dan keduanya akan menandatangani nota kesepahaman dalam waktu dekat. — Demikian dikatakan Ali Wongso Sinaga, Ketua Divisi SOKSI, dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (31/7/31). Pejabat departemen SOKSI pada Kamis (30/7).

Ali Wongso juga pernah menjadi anggota Pansus No 6 tahun 2014 dan anggota Kelompok Penegakan Hukum yang melibatkan desa. Ia menegaskan meminta SOKSI untuk mendorong percepatan pelaksanaan SOKSI. Karena SOKSI berkomitmen untuk berhasil menyelesaikan hasil logis yang masuk akal dari percepatan pembangunan negara dalam praktik Pancasila, maka desa berdaya karena InDonésiens adalah mayoritas desa. .

“Rencana kerja sama SOKSI-PPDI akan kami fokuskan pada tiga rencana aksi utama. Pertama, pelatihan dan dukungan untuk warga desa yang profesional. L. Kedua, pemutakhiran peran BUMDES (Badan Usaha Desa dan Kota) Ini adalah kekuatan pendorong, katanya: “Di balik ekonomi pedesaan, ada bidang bisnis yang sesuai, manajemen profesional, dan saluran yang sesuai. Bacaan: 10026 BMD yang Masih Bertahan dan Tidak Terkena Covid-19-Ketiga, katanya, politik nasional membangkitkan kesadaran warga desa melalui pendidikan (konstruktif etnis). Mereka berhak dan wajib bekerja keras dengan akhlak. Profesionalisme memajukan pembangunan nasional.

“Dan gotong royong antar kerabat untuk mempercepat pembangunan nasional, inilah pendekatan Pancasila,” kata Ali Wongso (Ali Wongso .

): ” Hendrik Karos, Sekretaris Jenderal SOKSI Kementerian Pendidikan, mengarahkan dialog SOKSI-PPDI dan menambahkan bahwa SOKSI juga siap berpartisipasi dengan mendukung BUMDES untuk ikut serta dalam banyak tugas yang dibutuhkan untuk merealisasikan praktiknya. Karakter. -Dia mengutip contoh penciptaan “pasar digital” yang mendukung penjualan produk pertanian pedesaan, dan bagaimana Bondes mendapatkan “perantara” dan “perantara” sesuai dengan keterampilan dan kebutuhan masing-masing desa. Mujito, Ketua PPDI, dan para pengurus PPDI yang hadir dalam pertemuan tersebut antusias dengan rencana kerjasama untuk menjalin kerjasama dengan SOKSI.

Mujito percaya bahwa menjalin kemitraan dengan SOKSI akan menjadi pionir dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Katanya, seperti panji kita, SOKSI (merah) berani, PPDI (putih) berani, lalu,“ merah putih ”akan bersatu membangun desa.”

Pada kesempatan dialog , Apakah ada keluhan PPDI karena mengedarkan masalah penghapusan dana desa. Ali Wongso berkeyakinan bahwa pemerintah adalah pembuat utama undang-undang- “Kita semua yakin bahwa Presiden Jokowi adalah pemimpin yang konsisten, sehingga tidak mungkin pemerintah menerapkan kebijakan yang tidak sesuai dengan UU No 6 Tahun 2014. Dia Say.- Di sisi lain, Ali Wongso melanjutkan, terdapat republik demokratis yang tugasnya mengawasi pelaksanaan undang-undang dan wajib mengalokasikan dana desa dalam APBN sesuai dengan undang-undang desa dan konstitusi yang berlaku. Konsekuensi logis bagi keberhasilan pembangunan negara.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top