Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Polisi masih mencurigai adanya korupsi pejabat Kemendikbud

In: Nasional

Reporting Tribunnews.com reporter Igman Ibrahim

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pol Yusri Yunus, Kepala Hubungan Masyarakat Departemen Kepolisian Metro Jaya, mengatakan bahwa ia masih menyelidiki kasus korupsi yang diduga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (THR) Korupsi Resmi (Kemendikbud).

“Kami akan mempelajari dan membahasnya terlebih dahulu. Metode membangun kasus masih dalam studi,” kata Yusri kepada wartawan, Selasa (26/5/2020). Mengatakan bahwa partainya telah menjadi berita utama dalam kasus pertama. Di masa depan, ia akan mengambil serangkaian ujian setelah liburan Idul Fitri.

“Kasus di depan kita adalah judul pertama kemarin. Tujuh orang harus berada di tempat pertama. Kami berharap untuk mendapatkan judul lain, tetapi kemudian Idul Fitri akan memasuki Idul Fitri besok. Ya,” pungkasnya .

Baca: Pesan dari Rumah Sakit Wisma Atlet: Orang harus menjadi penyerang dengan membatasi akses dan memaksakan PSBB.

Membaca: Menyesuaikan kontribusi peserta JKN-KIS, ini adalah respon positif dari masyarakat – Membaca: Kisah Walikota Lebaran Surabaya dalam pandemi Covid-19

Dilaporkan sebelumnya, Jakarta Polisi memutuskan untuk tidak menangkap tujuh pejabat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang terkejut selama perang. Penangkapan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait korupsi tunjangan hari raya (THR) dalam kasus ini. Diinterogasi oleh polisi. Namun, belum perlu melaporkan status semua penulis.

“Kami tidak menyelesaikan judul kasus sampai semalam. Tujuh orang telah dipulangkan sementara dan memiliki status pelaporan wajib,” kata Yusri kepada Markas Besar Kepolisian Xinduyaya. , Di Jakarta, Sabtu (23/5) / 2020).

Ketujuh orang yang kembali ini diketahui adalah Kepala Sekolah Komaruddin Universitas Nasional Jakarta yang merupakan Ketua Jurusan Personalia UNJ Dwi Achmad Noor, dan Sofia Ha, Sekolah Tinggi Pendidikan. Tati (Sofia Hartati) dan Staf Analis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tatik Supartiah (Tatik Supartiah.), Karo Kemdikbud HR Diah Ismayanti, Kemdikbud HR Dinar Suliya dan Staf HR Kemdikbud Parjono. Menurut Yusri, sejauh ini tidak semua pelaku telah diidentifikasi sebagai tersangka.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top