Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Roman de Baswedan: Pemberantasan korupsi di Indonesia memang berbahaya

In: Nasional

TRIBUNNEWS.COM-Novel Baswedan, Ketua Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menanggapi proses hukum kasus percikan air kerasnya.

Kita tahu novel Baswedan dijadwalkan akan diairi berat pada 11 April 2017. . Doa paginya di Masjid Al Ihsan di distrik Kailapa Gading di Jakarta utara.

Dalam serangan ini, mata Novel terluka, menyebabkan gangguan penglihatan permanen. -Pada Kamis (16 Juli 2020), majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis dua pelaku kekerasan novel BASF Dan. Terdakwa Rahmat Kadir Mahulin divonis dua tahun penjara. – Terdakwa lainnya, Ronny Bugis, divonis 1,5 tahun penjara. Novel “Baswedan Ke mbali” membutuhkan pelepasan nozel air sadah. Apa alasannya?

• Kasus ini disebut masalah pribadi, Novell Baswedan diharuskan mengembalikan dana pengobatan 3,5 miliar rupiah

• Novell Baswedan merelakan persidangan penyiram air keras, fakta tidak optimis

Penyidik ​​KPK , Lahir di Semarang pada 22 Juni 1977, dan men-tweet setelah putusan pengadilan terhadap dua pelaku penyiram air keras.

Jum’at pagi (17 Juli 2020), akun Twitter Novel Baswedan tempo dulu menyebutkan kalau sesuai naskah sudah selesai sebuah lakon.

Dari situ, Novel Baswedan mengatakan poin pembelajaran utamanya adalah Indonesia memang tempat yang berbahaya untuk memberantas para koruptor.

Halaman informasi lebih detail >>>

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top