Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Kementerian Kesehatan memastikan tidak ada flu babi G4 di Indonesia dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada

In: Nasional

Laporan oleh reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-bukan tentang penemuan pandemi virus corona (covid-19), tetapi kasus baru G4H1N1 atau G4 flu babi dalam bentuk genotipe. Sama seperti flu babi tahun 2009, begitu pula mutasi flu babi yang terjadi tahun 2009. Jenis baru flu babi ini disebarkan melalui air liur babi dan dapat ditularkan ke peternak yang menyerang saluran pernapasan. Kasus ini telah dilaporkan, tetapi Departemen Kesehatan telah mengkonfirmasi bahwa virus tersebut belum menyebar di antara hewan atau manusia di Indonesia.

Baca: Virus G4 tipe baru akibat flu babi bisa saja menjadi pandemi. Kementerian Kesehatan sudah memberikan penjelasan- “Di Indonesia, babi maupun manusia belum menemukan virus ini,” Direktur Pengawasan mengatakan pada konferensi pers online di Siti Na dia Tarmiz dari Kementerian Kesehatan bahwa itu ditujukan untuk penyakit menular vektor dan penyakit zoonosis. Kamis (2020/9/9) .

Kalaupun tidak ada kasus, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama bagi mereka yang beternak babi tak berguna dan yang beternak babi. ——Jika babi yang sakit tidak bersentuhan langsung dengan babi, untuk berjaga-jaga, mohon gunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kontak dengan babi yang sakit.

Siti Nadia menyatakan: “Hindari kontak langsung dengan babi yang sakit, gunakan APD saat menangani babi hidup, kenakan celemek, sarung tangan, kabin, dan jaga kebersihan diri dan lingkungan.” Juga harus diperhatikan bahwa harus benar-benar bersih dan higienis. Dan dimana babi disembelih, jangan lupa untuk memvaksinasi babi. -Sebagai tindakan pencegahan, Kementerian Kesehatan juga mengkoordinasikan pengawasan produk babi yang masuk ke Indonesia dengan Kementerian Pertanian.

“Kita tidak perlu menunggu impor. Babi-babi ini sedang mengirimkan peringatan ke Kementerian Pertanian. Siti menyimpulkan:“ Awasi impor, terutama impor babi dan produk terkait, untuk mencegah penyebaran. “

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top