Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Selama dua minggu Ramadhan, BPOM menemukan 290.681 produk yang tidak sesuai

In: Nasional

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Hasil kontrol makanan 2 minggu yang diperkaya selama Ramadhan tahun ini (27 April hingga 8 Mei 2020) menunjukkan bahwa masih banyak makanan olahan di bawah standar (TMK).

Penny Lukito, kepala BPOM, didampingi oleh BPOM pengawasan pengolahan makanan non-pokok, Reri Indriani menyatakan bahwa 38,10% dari 1.197 jenis fasilitas distribusi makanan yang diperiksa dijual karena mereka menjual Makanan yang rusak, makanan kadaluarsa. Dan ikat makanan. “Renny mengatakan pada konferensi pers virtual, Jumat (15/5/2020) bahwa TMK dapat menyimpan hingga 290.681 koin, dengan total nilai ekonomi 654,3 juta rupiah.

Dibandingkan dengan data intensifikasi makanan pada 2019 Dibandingkan dengan itu, jumlahnya telah meningkat. Jumlah produk TMK yang ditemukan, tetapi nilai ekonomi dari penemuan telah menurun.

Hasil produk TMK tahun ini terutama makanan yang sudah usang.

Menurut lokasi hasil, jenis makanan TIE terutama ada di Surabaya , Banyumas, Banggai, Manokwari dan Sorong, serta bahan tambahan makanan (BTP), teh, roti, makanan ringan, dan sirup. – Baca: BPOM mengizinkan penggunaan yang mudah, Herbavid-19 memiliki sejarah penggunaan leluhur di Manokwari Makanan kadaluarsa ditemukan di, Sorong, Mimika, Morotai, dan Aceh Tengah, termasuk minuman bubuk, minuman ringan, mentega, wafer, dan camilan. Makanan yang rusak ditemukan di Manokwari, Gorontalo, Aceh Tengah, Sorong, dan Surakarta. , Yang mengandung minuman rasa, susu, krim, biskuit, dan makanan ringan. -Hasil pemantauan makanan memecahkan rekor (takjil) menunjukkan bahwa dari 6.677 sampel yang diperiksa, sebanyak 73 sampel (1,09%) tidak memenuhi syarat (TMS), Karena mengandung bahan-bahan yang disalahgunakan dalam makanan (formalin, boraks, rhodamin B, metoksi kuning) .———————————————————————————————————————— %), diikuti oleh Rhodamine B (37%), Borax (17%) dan Methyl Yellow (1%) “.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top