Loading the content... Loading depends on your connection speed!

KPK mendepositokan Rs 10 crore dalam kasus Bowo Sidik Pangarso dari Kementerian Keuangan Negara

In: Nasional

Sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com Glary Lazuardi-Jakarta TRIBUNNEW.COM – Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mendepositokan 10 miliar rupee ke dalam kas nasional.

Donasikan uang ke perbendaharaan nasional untuk memulihkan aset kasus ini. Korupsi Pidana, Golkar Bowo, mantan anggota Komite Keenam DPR Sidik Pangarso.

Bowo Sidik Pangarso adalah kasus korupsi pengiriman antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Upaya memulihkan aset nasional dari hasil korupsi.

Membaca: Mantan Komisaris KPK: Hukum komprehensif menjadi ancaman jangka panjang

Membaca: Mantan pemimpin KPK: Jika Mahkamah Konstitusi membatalkan Perppu Corona berarti mempertahankan moralitas konstitusional

Menurutnya, itu sudah pada hari Jumat ( 04/24/2020) melakukan upaya untuk memulihkan hasil korupsi. “Ali Fikri mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (2 Mei 2020).

Dia menjelaskan aset yang dipesan oleh Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Distrik 81 Jakarta / Pid.Sus-TPK Pekerjaan pemulihan. /2019/PN.Jkt.Pst, 4 Desember 2019, atas nama terdakwa Bowo Sidik.

Untuk setoran mata uang, yaitu, crore Rp18,5 disetor pada 22 Januari 2020, dan 2020 Rp8.574.031.000, SGD 1.060 dan US $ 50 disetor ke gudang pada 24 April 2010. “Totalnya adalah Rp 10.424.031.000, SGD 1.060 dan US $ 50,” tambah Ali.

Ia menambahkan bahwa dari korupsi Akibatnya, upaya untuk memulihkan aset milik negara dilakukan dengan meminta penggantian dana dan penyitaan, mulai dari tindak pidana korupsi hingga penyelesaian kasus pencucian uang (TPPU).

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top