Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Mengurangi emisi gas rumah kaca, perilaku selama pandemi

In: Nasional

The Jakarta Tribunnews.com melaporkan bahwa pandemi Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Covid-19 jelas berdampak pada lingkungan, termasuk kualitas udara. Di antaranya, mengurangi emisi gas rumah kaca.

Namun, perbaikan lingkungan bersifat sementara dan ada kemungkinan rebound.Oleh karena itu, semua elemen harus mempertahankan berbagai perilaku baik yang dicapai selama pandemi. -Menurut laporan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Bpk. Karliansyah. “Pertanyaannya adalah, apa yang akan terjadi setelah COVID-19? Kami berharap pola perilaku yang berubah dapat dipertahankan. Namun, menyediakan fasilitas sanitasi tidak cukup. Karliansyah pada seminar virtual yang diadakan di Jakarta kemarin (6 Juni 2020) Ini harus dikembangkan lebih lanjut. Karliansyah melanjutkan dengan mengatakan bahwa di antara kebiasaan yang harus dikembangkan, itu adalah menjaga bahan bakar lebih ramah lingkungan. Selain itu, manajemen lalu lintas harus ditingkatkan, sistem transportasi umum dikembangkan, dan hutan kota dikembangkan. – “Jadi ini bukan hanya tentang memakai topeng dan menjaga jarak tertentu. Kami masih mengerjakan model ini, tetapi kami juga melihatnya dari perspektif yang lebih besar. Jenis WFH ini harus diadopsi, dan sambil mempertahankan gaya hidup bersih, kita harus terus bersikap toleran, “lanjut Karliansyah. Penyebab kecelakaan helikopter MI-17-dia menambahkan bahwa kualitas udara dapat diamati di stasiun pemantauan udara KLHK Peningkatan

perhatikan bahwa konsentrasi pesawat telah berkurang menjadi 45% dari 2,5 mikron (PM 2,5) partikel di Bung Karno, hal yang sama terjadi di Pekanbaru.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top