Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Kompolnas menanggapi tindakan 3 polisi Bintara yang dianiaya di Padang Pariaman

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Theresia Felisiani-Komisaris Kompolnas Poengky Indarti mengatakan bahwa kekerasan berlebihan di lembaga Polri harus dihentikan.

Sejak Polri terpisah dari TNI pada tahun 2000, hal ini sejalan dengan misi reformasi budaya Polri. -Membaca: Mui Fatwa: Staf medis dapat berdoa tanpa voodoo tanpa berdoa- “Polisi nasional seharusnya tidak melakukan kekerasan yang berlebihan. Meskipun dalam rekaman video viral, kecelakaan itu Orang itu adalah hukuman atas perilaku ini. “Bawahan yang telah melakukan tindakan ilegal,” kata Poengky kepada Tribunnews.com, Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, hukuman yang dijatuhkan oleh atasan tidak boleh disalahgunakan. Dan hukuman untuk menghancurkan martabat.

Baca: Seorang warga Covid-19 yang aktif, Tegal menerapkan penguncian lokal selama 4 bulan

karena hukum harus konstruktif tetapi menghalangi.

“Tuduhan kekerasan yang berlebihan terhadap polisi kabupaten Padang Pariaman harus ditangani oleh polisi kabupaten Sumatra Barat. Penting untuk menyelidiki tidak hanya para pelaku, tetapi juga orang yang bertanggung jawab atas para pelaku untuk melihat apakah ada Punky yang mengatakan: “Atau, apakah orang yang paling toleran terhadap pelecehan yang dilakukan oleh pelaku?” – Baca: Chocovi Perintah Presiden Ivi Novida Ginting untuk menandatangani-Perpisahan Kepala Kepolisian Nasional Idham Azis mengaku telah melihat rekaman video.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top