Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Komite X DPR mengusulkan konsep UAS untuk mencegah kebingungan jangka panjang PPDB

In: Nasional

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Terbatasnya kapasitas sekolah umum adalah salah satu insentif untuk sambutan kacau siswa baru (PPDB) setiap tahun ajaran baru.

Pemerintah telah diundang untuk memperoleh terobosan otorisasi sekolah hukum (SAU) dengan menerapkan konsep ini: “Konsep SAU adalah sekolah swasta, 100% dialokasikan dari anggaran negara untuk meningkatkan kualitas sekolah umum. Dengan SAU ini, siswa dan calon orang tua dapat memiliki lebih banyak Ketua Komite Rumah X Syaiful Huda mengatakan pada hari Rabu (8 Agustus 2020) bahwa opsi untuk memilih sekolah yang berkualitas.

Huda menjelaskan bahwa akses pendidikan yang terbatas merupakan salah satu masalah utama pendidikan di Indonesia. – Situasi ini tercermin dalam angka partisipasi nasional murni (NPA) di tingkat sekolah menengah, pertama, dan sekolah dasar pada tahun 2019. Di setiap tingkat pendidikan, usia di mana usia siswa tidak dapat mencapai sekolah masih sangat besar. Di sekolah menengah, APM nasional adalah antara 40%, 30% di sekolah menengah pertama dan 3% di sekolah dasar.

“Karena terbatasnya kapasitas sekolah umum, akses terbatas ini dipicu, sehingga tidak dapat mengakomodasi siswa dari segala usia. Oleh karena itu, wajar jika PPDB kacau setiap tahun, tidak peduli metode mana yang digunakan, Itu karena pihak-pihak kecewa, “katanya.

Baca: Daftar PPDB DKI Jakarta lainnya pada tahap terakhir dari 115 sekolah negeri

Dia percaya bahwa mengingat banyak sekolah sudah menyediakan layanan pendidikan, SAU dapat menjadi solusi jangka pendek dan murah Program.

Karena keterbatasan dana, sebagian besar sekolah-sekolah ini didirikan dengan cukup baik. Dia berkata: “Jika konsep SAU diimplementasikan, pemerintah hanya perlu menanggung biaya operasional sekolah, dan tidak akan dibatasi oleh ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM),” katanya.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top