Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Arsip lengkap, para pendiri negara kepulauan populer coba sekarang

In: Nasional

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Kantor Kejaksaan Agung (Kejaksaan Agung) menyatakan bahwa Yudi Syamhudi Suyuti (45), pendiri kepulauan populer, memiliki dokumen lengkap atau P21. Dan sebarkan berita dan bukti palsu.

Brigadir Jenderal Verdi Sambo, Direktur KUHP dari Polisi Investigasi Kriminal, mengkonfirmasi bahwa file Yudi adalah P21 dan akan segera diadili.

“File tersangka adalah P21, dan minggu depan, kami akan memasuki tahap kedua jaksa,” kata Ferdy Sambo dalam kontak, Rabu (3/4/2020).

Baca: Kerajaan Kesotoan Nusantara yang baru di Lebak Bulus, ini adalah tujuan dan kegiatan mereka

yaitu Yudi diangkat sebagai tersangka kriminal, dan pada Rabu malam (29/1/2020) Segera ditangkap. -Dia didakwa dengan pasal 110 KUHP, pasal 170 KUHP, pasal 87 KUHP dan / atau pasal 207 KUHP, atau pasal 14 atau pasal 14 UU No. 13 15. Keputusan No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Jika orang lain mengidentifikasi Yu Di sebagai tersangka kriminal, penyidik ​​juga menyita barang bukti dalam bentuk flash drive, yang berisi video tersangka, ponsel tersangka dan tangkapan layar pernyataan tersangka . — Insiden ini dimulai pada 27 Oktober 2015, dengan protes keras dari kepulauan populer Yudi di YouTube. Dalam video itu, Yudi terlihat memegang konferensi pers konferensi-di belakangnya adalah bendera bergaris-garis merah dan putih dan simbol bintang. Dalam pidatonya, Yu Di menyatakan sikap Negara Rakyat Nusantara dan mengusulkan untuk membubarkan Republik Indonesia Serikat. Isi pidatonya adalah sebagai berikut: Kepulauan Rakyat adalah negara yang kita perjuangkan dan perjuangkan. Ini mewakili orang-orang, negara-negara kepulauan yang ada sebelum NKRI. Menyerukan pembubaran Republik Indonesia dan akan menggantikan Republik Rakyat Kepulauan.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top