Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Harga produk pertanian yang tidak pasti, Moeldoko berbicara tentang posisi manajer kantor regional

In: Nasional

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Ketua Asosiasi Harmoni Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mengungkapkan banyak kendala dalam pengelolaan pertanian di Indonesia-Moeldoko percaya bahwa salah satu masalah pertanian Indonesia adalah ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola permintaan dan penawaran harga produk pertanian.

Moeldoko mengatakan di “Forum Pertanian dan Makanan Asia ke-2 (ASAFF) 2020” yang diadakan di Istana Negara Jakarta, Kamis (12/3/2020). — “Kami tidak dapat melakukan penyesuaian untuk mencapai keseimbangan baru antara penawaran dan permintaan, sehingga pada waktu-waktu tertentu harga panen, harga barang yang dipanen masih turun karena kelebihan pasokan dan kelebihan,” kata Moidcock.

Presiden Kantor Kepresidenan (KSP) juga mengatakan bahwa penawaran dan permintaan produk pertanian disebabkan oleh sistem kontrol produk yang lemah dan kecenderungan petani Indonesia untuk mengikuti pasar.

Membaca: Moeldoko menerbitkan surat suara terkait dengan virus anan Corona di Penang di Indonesia dan dikritik oleh banyak kritik

pada kenyataannya, Moeldoko mengisyaratkan bahwa direktur kantor tidak berani mengambil langkah tegas terkait dengan kecenderungan bergabung dengan petani . .

“Sampai kepala departemen berani mengambil tindakan tegas karena petani kita, tren presiden telah ditambahkan,” kata Moeldoko.

Dia memberi contoh bagaimana petani menjadi “banyak bicara” dalam upaya mereka menumbuhkan produk-produk mahal di pasar. Seperti bawang. Moeldoko juga menjelaskan bahwa masalah pertanian adalah permintaan lahan di Indonesia dan dunia menurun.

Karena lahan pertanian internasional telah berkurang sebesar 44%, itu mengancam 820 juta. Komunitas internasional terancam kelaparan. — Di sisi lain, jumlah lahan di Indonesia terus berkurang, mencapai 120.000 hektar.

“Kami perhatikan bahwa menurut hasil BPS, penyusutan tanah asli telah sangat berkurang dari satu tahun ke tahun berikutnya. Ada sekitar 120.000 hektar,” kata Moeldoko.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top