Loading the content... Loading depends on your connection speed!

KPK memperpanjang masa penahanan mantan Sukamiskin Kalapas

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Ilham Rian Pratama

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memperluas cakupan penahanan dua tersangka yang diduga terkait dengan kasus korupsi ke Sukamiskin, sebuah penjara utama di India.- — Dua tersangka, termasuk Kalapas Sukamiskin 2016-2018 Deddy Handoko dan presiden PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar. Masa penahanan simpatisan diperpanjang 40 hari.

Bacaan: Kiat-kiat untuk mempermudah anak-anak makan MPASI

“File itu akan diselesaikan di penjara cabang KPK di Kavling C1 mulai 20 Mei 2020 hingga 28 Juni 2020.” Juru bicara sementara KPK Ali Fikri mengatakan dalam sebuah pernyataan, Senin (18/5/2020).

Pada hari Rabu (16/10/2019), KPK menunjuk lima tersangka yang diduga mengembangkan kasus pidana untuk memberikan dan menerima hadiah atau janji terkait pemberian fasilitas atau pemberian izin di luar Lapas Klas I Sukamiskin.

Membaca: Pertempuran orang tua akan mempengaruhi psikologi anak-Lima orang, yaitu Sukamiskin Warden (Maret 2018) Wahid Husein (WH), Sukamiskin Warden (2016-Maret 2018) Deddy Handoko (DHA) .Selain itu, presiden dan CEO PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar (RAZ), Wawan dan Fuad Amin (FA) yang merupakan penduduk bupati atau keluarga angkat Bangalore.

Ketika investigasi berlanjut, Fuad meninggal di PBB.

Terkait dengan ini, KPK akan fokus pada penanganan kasus yang melibatkan empat tersangka lainnya. — Baca: BMKG: Waspadai ombak setinggi 6 meter di banyak daerah, Selasa, 19 Mei 2020 – Dalam penjelasan kasus tersebut, tersangka Wawan dicurigai melakukan kejahatan. Warga negara tuan rumah Akademi Penjara Long Sukami Miskin dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena diduga menangani perselisihan selama pemilihan Kabupaten Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2013, sehubungan dengan kasus korupsi. Sukamiskin Wawan memiliki rekan yang mengurus semua kebutuhan, termasuk mengizinkan perawatan di luar penjara, mengurus kebutuhan sehari-hari, membantu dalam komunikasi dan negosiasi dengan penjara, dan bahkan berkomunikasi dengan kelompok-kelompok swasta di luar penjara. Wawan bertemu dengan kepala tersangka penjara Sahmiskin pada 2017 dan 2018 sebagai Wahid. Disihir oleh seorang teman

Selama 26 September 2016 hingga 14 Maret 2018, selama penjara Sukamiskin, ia akan memberi Deddy mobil mewah Toyota Kijang Innova White Reborn G dengan nomor polis D 101 KUCING. Menurut laporan, antara 14 Maret 2018 dan 21 Juli 2018, Wawan menyumbangkan 75 juta rupee tunai. Hadiah-hadiah ini pada awalnya digunakan untuk memfasilitasi Dadi dan Wahid untuk meninggalkan Kalapas Sukamiskin sebagai Kalapas Sukamiskin. Otorisasi yang diperlukan adalah untuk menerima perawatan di luar penjara dan mendapatkan izin khusus.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top