Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Polri mengungkapkan 18 kasus penyalahgunaan APD, yang melibatkan 33 orang

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Fahdi Fahlevi-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Markas Besar Kepolisian menangani 18 kasus yang berkaitan dengan produksi dan distribusi alat pelindung diri (PPE) selama epidemi korona. Investigasi ini untuk sementara waktu terkait dengan tanda-tanda pelanggaran atau pelanggaran dalam produksi dan distribusi APD. Sejauh ini, hasil penyelidikan polisi nasional menunjukkan bahwa ada 18 kasus. “Komisaris Humas Polisi, Direktur Hubungan Masyarakat Pol Asep Adi Saputra, Kamis ( 4 September 2020) mengatakan di kantor BNPB di Jakarta.

Asep menjelaskan bahwa dalam 18 kasus ini, para pelaku memainkan permainan harga, waspada dan menghambat distribusi peralatan medis.

Baca : Kasus Migas Mafia, pejabat Bank Pemeriksaan KPK, Indonesia.Selain itu, penulis juga memproduksi dan mendistribusikan PPE, hand sanitizer, untuk perangkat medis lain yang tidak memenuhi standar dan tidak disetujui oleh pasar.

Baca: Anies Pernyataan de Dedie A Rachim dalam menanggapi upaya pemerintah daerah untuk sendirian: hanya untuk memimpin presiden-polisi telah menunjuk 33 tersangka. Assep mengatakan: “Dalam 18 kasus ini, ada 33 tersangka. Ditahan, dua dari mereka ditangkap. Assep mengatakan bahwa tersangka diadili berdasarkan Pasal 29 dan Pasal 107 UU No. 7 tahun 2014. Perdagangan Dihadapi dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda sebesar Rs 50 miliar.- Dan Undang-Undang No. 36 tentang Kesehatan Untuk Pasal 98 dan Pasal 196, dikenakan hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top