Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Komite Kesepuluh Dewan Perwakilan Rakyat membutuhkan anggaran untuk pariwisata dan pariwisata untuk desa-desa wisata

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono

Tribunnews.com, Jakarta-Komite Kesepuluh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mewajibkan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) untuk memperhatikan partisipasi peserta ekonomi kreatif dan pekerja di industri pariwisata di tengah coronavirus atau covid-19.

Syaiful Huda, Ketua Komite X Republik Demokratik Rakyat, mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata dan Pariwisata akan mengalokasikan 500 miliar rupee. Huda mengatakan kepada wartawan di Jakarta (Pada Oktober 2007, di industri kreatif, ekonomi kreatif dapat mengurangi virus korona dalam pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui sistem jaring pengaman sosial, industri ini dapat melindungi perusahaan dan membantu modal. 4 April 2020) Hu Da mengatakan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif adalah sektor paling penting yang paling terpengaruh oleh virus korona, dan beberapa bahkan kehilangan pekerjaan. “Sektor ini, 80% di antaranya didominasi, oleh karena itu, harus menarik perhatian pemerintah perusahaan kecil dan menengah,” kata Po PKB likus

Baca: PSBB berlaku untuk Jakarta. Dari 10 April, Anies Baswedan ditahan di Belum menikah selama KUA

Baca: ABK KM Lambelu milik PT Pelni, diduga Covid-19, tim medis memeriksa kondisi sebelum penurunan-tingkat Ceuta, artis terkait dan operator tur dapat bergabung dengan sistem sertifikat pra-kerja untuk Memperoleh berbagai tunjangan pelatihan dan insentif pemerintah. Sektor bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif dapat memberikan saran untuk mengurangi biaya kesehatan atau pekerjaan BPJS, pemotongan pajak, pinjaman bank, dan biaya listrik dan sewa. Dia berkata: “Kami berharap industri pariwisata dan kreatif Pekerja dan pengusaha mampu bertahan hidup 19 periode tanggap darurat yang umum.

Huda juga meminta agar anggaran Kemenparekraf didistribusikan kembali dalam upaya untuk menyelamatkan wisatawan dari desa-desa Indonesia. Dia berkata: “Kami berharap desa wisata ini juga rumah bagi anggaran Kampalevlav.”

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top