Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Tanpa pembebasan bersyarat selama enam bulan, John Key ditangkap lagi. Apa status sanksinya?

In: Nasional

TRIBUNNEWS.COM-John Refra Kei (John Refra Kei), juga dikenal sebagai John Kei (John Kei), ditangkap lagi oleh polisi tanpa dijatuhi hukuman enam bulan masa percobaan.

John Kei ditangkap oleh polisi karena dicurigai terlibat dalam serangan dan penyalahgunaan Green. Pada Minggu (21/6/2020), Jakarta Barat, Danau Kota Tangerang dan Cengkareng.

— John Kei sebelumnya dituntut karena diduga membunuh Tan Harry Tantono alias Ayung (45). — Ayung mengutip Kompas.com, pabrik baja PT Sanex Steel Indonesia (SSI), yang sekarang berganti nama menjadi PT Power Steel Mandiri.

John Kei ditangkap oleh Pasal 340 Hukum Pidana dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena pembunuhan berencana pada akhir 2012.

Pada tanggal 26 Desember 2019, John Kei bertemu dengan kondisi penahanan yang baik , Dan telah menjalani hukuman bersyarat untuk 2/3 layanannya.

Tapi sekarang kurang dari enam bulan, polisi telah menangkap John Key lagi pada hari Minggu malam (21/6/2020).

Baca: John Kei dan Nus Kei saling mengancam antara saudara, bahkan jika saudara-saudara saling mengancam, jelas inilah alasannya – Baca: Siapakah Nus Kee? Pemilik sebuah rumah di Green Lake City diserang oleh kelompok John Kei-John Kei dan orangnya di blok N1 N ° 2 RT 03 RW 12 di Taman Taman Tytyan Indah, Bekasi Ditangkap. Sudjana Nana Sudjana, Kepala Inspektur Jenderal Departemen Kepolisian Metropolitan Jaya, dalam siaran persnya, John Kei didakwa melakukan pelapisan artikel. “Ketentuan yang kami terapkan kepada para pelaku adalah Pasal 88 KUHP tentang konspirasi, kemudian Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dan KUHP tentang Penghancuran “Pasal 170 dan Nana dijelaskan pada konferensi pers siaran Kompas TV, Senin (22/6/2020) bahwa Surat Keputusan Darurat No. 12/1951”.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top