Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Menristek ingin menambahkan robot RAISA untuk melindungi dokter yang dikontrak dengan Covid-19

In: Nasional

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Sekolah Tinggi Teknik 10 November (ITS) bekerja sama dengan Universitas Airlangga (UnAir) dan memproduksi robot RAISA (ITS-UnAir Robot Medical Assistant).

Robot RAISA adalah robot yang dapat memberikan layanan kepada pasien jarak jauh, seperti memberikan makanan, pakaian, dan obat-obatan.

Baru-baru ini, robot memiliki beberapa fungsi, seperti kamera 360 derajat resolusi tinggi, sensor suhu, tingkat oksigen, detak jantung dan infus, dan dapat digunakan di dua kamar. Rumah sakit, yaitu unit perawatan intensif (ICU) dan unit perawatan lanjutan (HCU).

Dalam hal ini, Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi / Kepala BRIN menegaskan bahwa robot RAISA akan disebarkan untuk melindungi staf medis dari infeksi. Risiko menandatangani kontrak Covid-19.

“Robot RAISA adalah produk yang sudah ada dalam daftar Kemenristek dan harus disalin. Kami sepenuhnya mendukung pekerjaan pengembangan ini, dan tentu saja, itu harus digunakan lebih banyak di berbagai rumah sakit,” kata Bamba. ng, pada Kamis (14/5/2020) webinar “ Menggunakan robot RAISA untuk melindungi petugas kesehatan dari risiko penularan Covid-19 ” .– Bambang mengungkapkan bahwa staf medis menghadapi risiko besar terpajan Covid-19 Atau terinfeksi Covid-19 karena berinteraksi langsung dengan pasien setiap hari.

Oleh karena itu, ITS-UnAir mengembangkan robot RAISA dalam waktu singkat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan staf medis. Bambang mengatakan bahwa sebenarnya, mereka juga telah mengembangkan fitur-fitur lain untuk meningkatkan kinerja staf medis. Dia berkata: “Saya yakin teman-teman ITS-UnAir mempercepat dan memperluas fungsi mereka sehingga staf medis dapat mengurangi interaksi tanpa mengurangi kualitas pasien.” — “Mereka tidak hanya mengembangkan robot, tetapi menjadi Semakin kompleks, mereka tidak hanya memiliki fungsi tambahan untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien, mereka juga memasuki lapangan, dan robot juga telah menjalani pemeriksaan medis, “tambah Bambang.

Selain itu, Bambang berharap kerjasama antara ITS dan universitas UnAir dalam pengembangan robot RAISA dapat memberikan referensi bagi yang lain. Tidak hanya kolaborasi antar universitas, tetapi juga kolaborasi antar berbagai bidang. “”, karena saya tahu bidang STI lebih bersifat rekayasa, sedangkan bidang UnAir adalah kesehatan atau kedokteran. Dia menyimpulkan bahwa ini adalah bentuk kerja sama penelitian dan inovasi, dan saya sangat berharap itu bisa terjadi di mana saja di Indonesia.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top