Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Kamrussamad berterima kasih kepada BI dan pemerintah untuk sistem pembagian beban

In: Nasional

Jakarta, politisi dari TRIBUNNEWS.COM-partai politik Gerindra Kamrussamad menerima gagasan tentang keputusan bersama Bank Dunia dan Menteri Keuangan tentang keputusan dan pembagian beban, yang memiliki standar SBN jangka panjang yang dapat dinegosiasikan dan kondisi yang dapat dinegosiasikan. -Sebuah kebijakan politik tunggal juga berarti bahwa itu hanya bisa “namun, kami mengingatkan pemerintah untuk mengembangkan strategi manajemen utang, terutama pada saat jatuh tempo utang, harus memastikan bahwa kemajuan rencana dikendalikan,” Senin (7/7/2020) Dikatakan dalam siaran pers.

Kamrum Samad memahami perlunya menjaga independensi bank-bank Indonesia, tetapi masih mempertahankan sikap berhati-hati, terutama berfokus pada menjaga mata uang dan inflasi. Dia mengatakan: “Dan harus selalu bekerja sama dengan pemerintah untuk membuka ruang fiskal yang lebih baik.” Konsep pembagian beban mengatasi pembiayaan barang publik dan barang non-publik. Nilai barang publik termasuk nilai kesehatan 87,55 ton, nilai perlindungan sosial RP 203,90 ton dan nilai pemerintah daerah K / L, nilai rp 106, 11T, sehingga nilai totalnya Rp. 397,56, BI sepenuhnya mendukung adopsi sebagai tingkat pembelian kembali cadangan Secara pribadi menerbitkan SBN secara eksklusif untuk BI.

Nilai barang non-publik termasuk UMKM adalah IDR 123,45T, dan nilai perusahaan non-UMKM adalah IDR 53,57T.

Jumlah lainnya adalah Rp 328,87T, dan jumlah totalnya adalah Rp505,90 T. Itu didanai oleh pemerintah, dengan dukungan semua kepentingan pemerintah, SBN diterbitkan di pasar.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top