Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Komite Kesembilan: Pemerintah harus menyiapkan solusi untuk pengembalian pekerja migran

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Reza Deni melaporkan – Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Anggota DPR IX Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah untuk merenungkan nasib pekerja migran yang kembali dari pandemi Covid-19. — Ini terkait dengan Biro Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia (BP2MI), yang memiliki sekitar 103.000 pekerja migran di desa mereka.

<< Pemerintah harus memberikan solusi bagi pekerja migran yang terpaksa kembali ke rumah mereka. Kebanyakan dari mereka adalah tulang punggung keluarga mereka. Neti mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterima oleh Tribunnews (21/6/2020) pada hari Minggu: "Jika mereka tidak memiliki pekerjaan, itu pasti akan mempengaruhi ekonomi keluarga mereka."

Anggota Kongres PKS khawatir bahwa situasi ini akan berkurang Tingkat pengeluaran dan konsumsi masyarakat. Ini akan membantu mengurangi pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan: “Sebuah terobosan harus dilakukan dalam menciptakan peluang kerja untuk menyerap potensi mereka. Jika tidak, besarnya peningkatan dapat menjadi masalah di wilayah ini.” -Baca: Pejabat nasional anti-kritis Fahri Hamzah Sentil tidak akan dikritik. “Little Police Report” -Menurut laporan Kementerian Tenaga Kerja dan Imigrasi Provinsi Jawa Barat, antara Januari dan April, 5491 pekerja migran kembali. Menurut Netty, jumlah ini harus terus bertambah.

Baca: Gunung Merapi meletus lagi, 8 desa di Magelang memanen abu hujan

“Pemerintah juga harus memperluas cakupan perlindungan sosial dan kesehatan pekerja migran. Antusiasme untuk pulang ke rumah sangat rendah, Hanya -19 tahun. Apakah sistem kesehatan di daerah ini siap untuk menghadapi ini?

Menurut Netty, pemerintah juga harus mengadopsi kebijakan dasar untuk memperkuat peraturan tentang melindungi hak-hak pekerja, mempercepat investasi dan memulihkan industri dan perdagangan.

“Dia menyimpulkan:” Pekerja imigran telah dikirim kembali ke negara mereka, yang lain telah dipecat atau diberhentikan. Tentu saja, jika Indonesia menerima beberapa pekerja asing untuk masuk ke departemen yang dapat dikelola oleh anak-anak keluarga, itu tidak masuk akal. . “

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top