Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Panggilan telepon baru ke Baswedan: Orang tak dikenal memantau kediamannya

In: Nasional

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Kepala penyidik ​​Baswedan, Komite Pemberantasan Korupsi (KPK), menceritakan kisah tentang orang tak dikenal yang melihat rumahnya sebelum air keras menyiram tragedi itu.- — Dia berada di Jakarta Utara Pengadilan distrik bersaksi dalam pertemuan lanjutan tentang kasus air keras. ——————————————————————————————————————————— Pertama-tama, orang yang mengawasi dinding luar rumahku. Dia berpura-pura menjadi pakaian pria. Meskipun foto-foto ini adalah foto orang lain, itu adalah foto-foto sebelumnya. “Novel itu ada di North, Kamis (30/4/2020). Pengadilan Negeri Jakarta memberikan kesaksian dalam persidangan penyerang air keras: Ahli menjelaskan permintaan darah pasien korona di pasar online, dan ahli menjelaskan efek dari metode ini – novel ini juga memperlihatkan foto seorang tetangga, yang Tetangga itu melihat sebuah mobil melintasi jalan di depan rumah.

“Jadi ada jalan di depan rumah saya, lalu sungai, dan kemudian ada jalan di depan rumah saya. Ada kendaraan dan mobil yang mencurigakan, dan foto-foto yang saya berikan kepada kapten dari polisi kereta bawah tanah, jadi saya dapatkan dari tetangga Dapatkan, “kata sang novelis, sambil memperlihatkan gambar pada hakim.

“Ketika polisi distrik diberitahu, apa reaksi mereka?

Novel menjawab pertanyaan hakim. Kepala polisi Jakarta saat itu Komjen M Iriawan menjawab salah.

Baca: Jika Anda mengenakan pro Topeng cabul tidak cocok untuk Sajadah, apakah sah atau tidak untuk sholat? Penjelasan Buya Yahya ini- “Dia berkata, ‘Oh ya, kita harus waspada dan berhati-hati. Ketika saya melihat berita ini, saya merasa seolah ada kekuatan yang kuat, bahkan kepala polisi sedikit takut. “Novel itu menjawab.-Selama persidangan, Nov mengakui bahwa dia sering merasa ngeri sebelum menuangkan air padanya. Itu terkait dengan kasus tersebut. Korupsi yang dimilikinya – Baca: Komandan Mutasi Komandan TNI XVIII Kasuari dan 15 perwira senior lainnya – “Ancaman, saya telah menerima banyak ancaman dalam hal ini. Jadi ketika sampai pada hal ini, saya memang menarik perhatian, tetapi, ia menyimpulkan. ——Seperti yang kita semua tahu, jaksa penuntut umum (jaksa penuntut) Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette bersama-sama melakukan implementasi penyelidik senior dari organisasi anti-korupsi BASF Dan Penganiayaan berat. Panitia (KPK), Kamis, 11 April 2017 (19/3/2020) Dalam novel “Basweidan” di Ruang Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dua terdakwa yang dituduh menyiram novel ikut serta Percobaan. Dalam dakwaannya, jaksa menuduh Pasal 355 (1) KUHP, Pasal 353 (2) KUHP, Pasal 55 (1), Pasal 1 KUHP KUHP Dan 35 1 ayat (2) KUHP Joe ayat 55 (1) 1 KUHP tentang kematian parah.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top