Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Keempat masalah pemilu yang terjadi secara bersamaan adalah hal terpenting dari Bawaslu

In: Nasional

Wartawan Jakarta tribunnews.com, Genius LusiusTRIBUNNEWS.COM, Jakarta melaporkan – Jaringan Pengamatan Pemilu Indonesia (Bawaslu) menyoroti empat masalah utama yang selalu muncul ketika mengadakan kontes pemilihan kepala daerah (pilkada).

Pertama, netralitas ASN. Karena beginilah cara pejabat atau petahana menggunakan kekuasaan untuk keuntungan pribadi. Komisioner Pemilu Indonesia Edward Fritz Siregar (Edward Fritz Siregar) mengatakan pada hari Rabu (1 Januari 2020): “Misalnya, gunakan APBD atau program, dan gunakan ASN.” Kantor Jakarta Tribunnews. Kedua masalah ini melibatkan mahar kebijakan politik atau moneter. Fritz mengatakan: “Misalnya, mengumpulkan dana kampanye untuk para peserta Pilkada.” Baca: Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar: Penggunaan utama APBD dan ASN-menyebarkan tiga cara scam atau hate speech, dan daftar pemilihan permanen (DPT) Item keempat. Fritz Siregar menjelaskan bahwa indeks pemilu dan indeks kerentanan pemilu berbeda di setiap daerah. Menurutnya, empat indeks dianggap berpengaruh. Indeks sosial-politik, indeks persaingan, ukuran penyelenggara pemilu dan partisipasi publik

Baca: Bavaslu: Perempuan yang rentan menjadi sasaran kebijakan moneter

Statistik Bavasilu disediakan di setiap wilayah. Dengan cara ini, kita dapat mengetahui empat isu utama mana yang ditekankan Bawaslu yang rapuh, rendah, sedang dan tinggi. Dia mengatakan: “Oleh karena itu, setiap daerah menghadapi masalah besar. Dari sana, orang telah menemukan masalah seperti konflik suku, termasuk dari metode Bawaslu (Bawaslu) ke metode Manokwari antara Kepala Adat” . Berkat statistik yang digunakan untuk memplot area yang dianggap rentan, Bawaslu Indonesia mencatat bahwa di Sulawesi Utara, kebijakan moneter berada dalam kategori yang lebih tinggi. Karantina sukarela selama 14 hari-Fritz percaya bahwa langkah ini dilakukan untuk memprediksi terjadinya empat masalah utama ini. Dia mengatakan: “Kami akan memprediksi dengan menentukan kebijakan moneter. Harapan tergantung pada skala.” Dia menekankan: “Semuanya adalah proses pengawasan, pencegahan dan penerapan, tetapi setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing.”

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top