Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertukar dukungan Bokongsemar di Penjara Kedungpane

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Ilham Rian Pratama

Jakarta, jaksa TRIBUNNEWS.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Direktur CV Tri Daya Pratama Syaiful Jamil di Lapung Klas I Kedungpane, Semarang, Selasa (30/6) / 2020) – – Syaiful dinyatakan bersalah atas kasus suap pertukaran tanah di tempat pembuangan akhir (TPA) Bokongsemar di Tegal pada tahun 2012.

Baca: KPK berharap bahwa pemilihan daerah pada tahun 2020 akan memberikan seseorang yang bertanggung jawab atas integritas daerah

ia dijatuhi hukuman mati karena kasus ini menjebaknya dalam kekuatan hukum permanen. / Pada tanggal 31 Oktober 2019, pada tanggal 31 Oktober 2019, atas nama Syaeful Jamil yang bersalah, ia memiliki hak untuk dijatuhi hukuman hukum permanen, “kata juru bicara sementara KPK Ali Fikri dalam sebuah pernyataan pada Selasa (30 Juni 2020). Syaiful Jamil dijatuhi hukuman penjara enam tahun di penjara Lapung Kedungpane Kelas I di Semarang dan ditemukan dalam tahanan, ‚ÄĚkata Li.

Ali mengatakan bahwa terpidana Syaiful juga membayar cicilan sebesar 22.571.841.000.

“Pada 27 Mei 2016, total Rp300 juta, Ali mengatakan bahwa jumlah total pada 9 Agustus 2016 adalah Rp 121,7 triliun, pada 18 Agustus 2016 adalah Rp 360 juta, pada 18 Agustus 2016 Total hariannya adalah Rp10.401.481.000. Tegal Ikmal Jaya juga terjebak dalam kasus ini.

Baca: KPK Tahan 3 Seorang mantan anggota DPRD Jambi menyuap dan memeras RAPBD Palu

Korupsi di Semarang, Agustus 2015 Hakim pengadilan menghukum Ikmal 5 tahun penjara. Penjara dan denda 300 juta rupiah untuk jangka waktu 3 bulan. Pada tingkat banding, Pengadilan Tinggi Semarang meningkatkan hukuman Iqmal menjadi 8 tahun penjara dan 3 bulan penjara. Denda 300 juta rupiah dijatuhkan saat dipenjara.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top