Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Aktivis: Family Resilience Act terlalu berat

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Srihandriatmo Malau-Jakarta Tribunnews.com-gay, gay, biseksual dan transgender (LGBT) aktivis Hartoyo (lesbian, gay, Orang biseksual dan transgender) mendukung sikap para pemimpin MPR dan menuntut agar Undang-Undang Ketahanan Keluarga dalam daftar segera dicabut. Rencana Legislasi Nasional (Prolegnas) pada tahun 2020 akan diberikan prioritas.

“Secara rasional dan rasional mendukung sikap para pemimpin MPR, yang terlalu banyak dalam urusan pribadi warga negara,” kata Hartoyo kepada Tribunnews.com, Kamis (3/5/2020).

Baca: Eighth Komite DPR: Undang-Undang Ketahanan Keluarga dapat dicabut dari Prolegnas 2020-menurutnya, jika dia ingin berurusan dengan urusan keluarga, yang terbaik adalah memastikan hubungan yang setara antara suami dan istri.

“Misalnya, dalam hubungan antara suami dan istri, ini sangat bias dalam RUU,” katanya. .

Termasuk apa yang dia katakan, bagaimana anak laki-laki dan perempuan mendapatkan kesempatan yang sama. Karena itu, ia menekankan perlunya memperkuat undang-undang tentang kekerasan dalam rumah tangga (kekerasan dalam rumah tangga) dan RUU untuk menghilangkan kekerasan seksual jauh sebelum Hartoyo, ia juga mempertanyakan dasar RUU Pertahanan Keluarga (RUU) yang mendefinisikan homoseksualitas dan kekerasan dalam rumah tangga. Lesbian (LGBT) dilecehkan secara seksual.

Karena ditunjukkan bahwa kalangan psikologi dan medis telah mendaftarkan LGBT sebagai penyakit mental.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top