Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Pemerintah mendesak perhatian terhadap hak-hak penyandang cacat ketika menerapkan standar baru

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com, Chaerul Umam,

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Indonesia sedang bersiap memasuki era normal baru atau periode baru negara normal selama pandemi Covid-19. Ketua Komite Perwakilan IX Nihayatul Wafiroh mendesak pemerintah untuk memperhatikan hak-hak para penyandang cacat ketika menerapkan era normal baru. Nihayatul mengatakan kepada wartawan, Minggu (31 Mei 2020): “Dalam standar baru, kita harus memperhatikan hak-hak para penyandang cacat.”

Ninik adalah nama panggilannya. Dia percaya bahwa selama pandemi Covid-19, kecacatan Hak asasi manusia sering dikecualikan.

Dia mengutip bahwa ketika benda-benda yang bisa dihindarkan berada di ruang publik terbuka, protokol jarak fisik tidak memiliki kejelasan.

“Jarak fisik n tentu tidak mudah berteman dengan mereka di tempat yang tidak diketahui. Dia berkata:” Jika tempat ini sudah akrab, mereka sudah dapat membantu dengan tongkat. “Baca: Sebuah kisah menarik dari keturunan campuran Inggris dalam situasi yang belum terselesaikan

Selain itu, ia juga menekankan proses belajar anak-anak atau siswa berkebutuhan khusus.

Politisi PKB berpikir Mempertimbangkan penerapan sistem pembelajaran saat ini, pemerintah tidak memperhatikan kebutuhan siswa dengan disabilitas di rumah (home school) .Ini membuat sekolah di rumah menjadi sebuah tantangan. Selain itu, mereka juga memiliki alat yang berbeda, dan mereka mungkin terbatas dalam pendengaran, penglihatan, dll. Beberapa alat khusus tidak tersedia di rumah di sekolah, “katanya .

” Menurut pemerintah, kelompok penyandang cacat ini tidak dapat mempertahankan normal baru. “Kata Dias.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top