Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Bersatu melawan bullying kampus

In: Nasional

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dunia pendidikan kembali dibutakan. Sebuah video tentang pelecehan siswa siswa disiarkan dari sekelompok siswa di sekolah.

Pendidik diharuskan membuat komitmen untuk bersatu melawan pelecehan di lingkungan sekolah.

Sudah dikenal dalam beberapa hari terakhir bahwa rekaman video besar tersebar di antara mereka, dan sekelompok siswa mengganggu teman-teman di sekolah.

Mereka bergiliran menyentuh dada siswa yang masih mengenakan seragam sekolah. Korban hanya bisa menangis tanpa daya karena tangan dan kaki ditangkap oleh organisasi pelecehan. “Kami sangat prihatin karena, dalam banyak kasus, kami telah melihat kebiasaan pelecehan di lingkungan pendidikan negara. Dalam ingatan kami, masih ada seorang siswa yang dipukuli oleh teman sekelasnya, yang masih dalam ingatan kami. Ini baru, kali ini kelompok siswa melakukan penodaan terhadap siswa, “kata Presiden X Syaiful Huda, Selasa (10/3/2020).

Dia menjelaskan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menekankan di depan anggota Komite Kesepuluh Dewan Perwakilan Rakyat bahwa jika pelecehan, kekerasan seksual dan aktivisme sekolah adalah tiga kejahatan besar, — Fakta-fakta pelecehan dan kekerasan seksual, serta fakta-fakta sekolah kejuruan di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, harus digunakan sebagai peringatan dini, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) dapat mencegahnya Dan serius menghilangkan kejahatan ini.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atas komitmen mereka.” Diakui bahwa kekerasan, kekerasan seksual dan aktivisme adalah tiga kejahatan besar yang tidak dapat ditoleransi di sekolah. Namun, setelah membuat komitmen ini, harus mengikuti fakta bahwa ketiga fenomena jahat ini masih terjadi di tanah.

Politisi PKB meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan perjanjian sehingga pelecehan, kekerasan seksual dan pemahaman tentang aktivisme tidak muncul di sekolah. Menurutnya, sekarang ada dan Berbagai video pelecehan yang disebarluaskan hanyalah puncak gunung es, karena hampir dapat dipastikan bahwa praktik unregistrasi sebagian besar dikatakan olehnya.

Hu Da menekankan bahwa sekolah kejuruan di Sulawesi Utara membutuhkan Menyelidiki dengan seksama kekerasan seksual dan pelecehan. Bila perlu, penjahat akan dikenakan sanksi pidana, bahkan jika mereka sekunder, mereka harus diberi sanksi khusus. Selain itu, korban harus diberikan trauma perawatan untuk menghindari trauma di masa depan. – – “Dia menekankan:” Semua pihak yang membuat dan mendistribusikan konten video juga harus menghapus jejak digital di jejaring sosial untuk melindungi para korban. Konten video yang ada memberikan bukti yang cukup untuk proses penegakan hukum. “

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top