Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Sebagai hasil dari patroli jaringan, Kepolisian Nasional prihatin dengan berita tentang lima penipuan terkait dengan virus korona

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Theresia Felisiani

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dalam beberapa hari terakhir, Departemen Investigasi Kejahatan Polisi telah melakukan patroli jaringan untuk memantau pranks baru yang terkait dengan epidemi virus korona. Ada lima kasus komunikasi berita. Penipuan yang saat ini dikelola oleh Bareskrim dibawa ke pengadilan karena melanggar hukum ITE.

“Untuk berita penipuan terkait Virus Corona, kami mengambil tindakan yang melibatkan lima kasus. Rinciannya adalah satu kasus di Provinsi Banten, dua kasus di Provinsi Kalimantan Timur dan dua kasus di Provinsi Kalimantan Barat.” Asep Adi Saputra Kombes, Mabes Polri Penum, di Mabes Polres Yudisial, Kamis (3 Mei 2020).

Baca: Untuk mencegah virus korona, Kementerian Luar Negeri melarang imigran dari Iran, Italia, dan Korea Selatan masuk ke Indonesia – Baca: UD Trucks menunjukkan versi yang lebih baik dari New Quester di GIICOMVEC 2020, apa saja fitur baru?

Asep menjelaskan model berita iseng yang digunakan, termasuk berita iseng yang menyampaikan informasi tentang warga negara asing (orang asing) yang mendaftar dengan Corona untuk mendapatkan informasi. Publik menjauh dari orang asing.

Berita prank juga menyebar dalam bentuk video, mengatakan bahwa beberapa pasien di rumah sakit menderita pilek dan gejala pilek, dan kemudian menambahkan korona mencurigakan pasien, tetapi sebenarnya bukan itu masalahnya. – “Berita” Pranks yang mengambil tindakan hukum seperti kita dituduh melakukan hukum pidana dan hukum ITE karena menyebabkan masalah.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top