Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Fenomena La Nina, Waspadai Dampak Hujan Deras di Banglades, Sumsel dan Provinsi Lampung

In: Nasional

Laporan wartawan Tribunnews.com, Reza Deni-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah provinsi mewaspadai dampak hujan deras di daerahnya. – Tiga provinsi (Bengkulu, Sumsel dan Lampung. Dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, longsor dan angin kencang, pemerintah daerah dan masyarakat harus waspada dan bersiap, ”ujar Raditya Jati, BNPB bencana. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi menerima keterangan, Senin (19/10/2020).

Radit mengatakan berdasarkan informasi potensi dampak hujan lebat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) , Tercatat tiga provinsi bersiaga. ”Ia menganalisis cuaca mulai 18 Oktober 2020, International Broadcasting Corporation (WIB) hingga 19 Oktober 2020, Bank Dunia (WIB) di Amerika Serikat. Jambi, Banten, Jakarta DKI, Barat Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur-kemudian Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua. – Radit juga mengatakan bahwa beberapa daerah sedang memasuki musim hujan, di antaranya pantai timur Provinsi Aceh, sebagian Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan, dan Pulau Bang Ka, Provinsi Lampang, Provinsi Banten, sebagian Jawa Barat Indonesia, Yokowi: Sebarkan informasi cuaca secepatnya-kemudian sebagian Tengah Jawa sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan sebagian kecil negara bagian Nusa Tenggara.

“Dalam pandangan La Nina ph, pemerintah daerah dan semua pihak harus mewaspadai informasi yang terjadi di pulau-pulau tersebut. Salah satu dampak dari fenomena ini adalah peningkatan curah hujan, yang mengarah pada bencana hidrometeorologi. “- Katanya, ini karena analisis BMKG berdasarkan catatan sejarah, La Niña dapat menyebabkan curah hujan kumulatif bulanan Indonesia meningkat menjadi 40% di Indonesia, lebih tinggi dari biasanya.

Namun, Dampak La Niña tidak merata di seluruh Indonesia. Publikasi BMKG Radit Said bahwa dari Oktober hingga November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Niña dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera .- “Kemudian, mulai tanggal 20 Desember Abad hingga Februari 2021, Tony Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua mungkin akan mengalami peningkatan curah hujan karena La Niña, “katanya.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top