Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan sinkronisasi pendidikan vokasi dengan jenjang D2

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Fahdi Fahlevi melaporkan-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menjaga sinkronisasi pendidikan vokasi dengan jenjang diploma II (D2). Direktur Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, Wikan Sakarinto mengizinkan siswa SMK untuk bersekolah selama lima tahun dalam program tersebut karena mereka dapat langsung beralih ke program D2. Persis seperti ini meniru model pendidikan kejuruan Jepang.

Baca: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Nadiem Makarim) Minta Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Industri Jalin Sambungan dan Jodoh

“Kita akan nikahi D2 di bawah D2. Sekolah Menengah Kejuruan. Jadi SMK akan menikah D2. Seperti SMK di Jepang, SMK akan menikah selama lima tahun. “Program tersebut tidak memperpanjang masa studi di SMK hingga lima tahun. Menurutnya, rencana tersebut bertujuan agar jenjang SMK tetap sinkron dengan D2.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan umum lulusan SMK. Harapan lulusan tingkat ini dapat memenuhi kebutuhan dunia industri dan perdagangan.

Baca: Presiden Ajak Industri, UMKM, dan Sekolah Menengah Kejuruan Manfaatkan Kawasan Industri Jawa Utara-Wikan mengatakan melalui studi lanjut akan datang ke luar negeri untuk studi magister terapan.

“Kalau lebih praktis dan praktis, tapi masih teori ya bisa masuk D4 di SMK atau magister terapan di Jerman atau Taiwan, dll.” Katanya.

Saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertekad untuk menghubungkan pendidikan vokasi dengan bisnis dan industri. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan lulusan pendidikan vokasi.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top