Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Pilkada Momentum mengerahkan masyarakat untuk menjadi agen gerakan perlawanan Covid-19

In: Nasional

Reporter Tribunnew.com Glery Lazuardi memberitakan bahwa Bahtiar, Direktur Jenderal Kementerian Dalam Negeri DKI Jakarta, menyatakan pemilihan kepala daerah bukan hanya kontes politik, juga bukan Partai Demokrat. Tidak terpisahkan dari bidang lain. Oleh karena itu, kata dia, pemilihan umum yang dilaksanakan pada saat pandemi tidak terlepas dari pandemi. Bahkan Pilkada bisa menjadi peluang untuk menggerakkan masyarakat menjadi agen gerakan perlawanan Covid-19.

Baca: Muhammadiyah Kritik Upaya Pemerintah Pulihkan Perekonomian Nasional Akibat Pandemi Covid-19 – “Misalnya, ada survei yang menunjukkan masih ada masyarakat yang memilih tidak melanjutkan di tahun 2020. Penyelenggaraan Pilkada, inilah yang harus kita jelaskan kepada publik bahwa pemilihan kepala daerah bukanlah proses yang independen. Dalam webinar yang diselenggarakan Kompas, ia mengatakan: “Ini bagian dari negara bahkan kehidupan sosial kita. Gramedia Group, Rabu (5/8/2020). Pirkada 2020 berbeda dengan pemilu sebelum pemilu, karena pemilu digelar saat pandemi. Oleh karena itu, pemilu akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan kesehatan. – Korea Selatan dan negara lain masih Pemilu diadakan saat terjadi wabah. Partai Demokrat bisa dibilang berhasil melaksanakan protokol kesehatan di Korea Selatan. Oleh karena itu, kuncinya terletak pada prosedur kesehatan. Mulailah dengan menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan air keran atau hand sanitizer secara rutin, dan selalu pakai masker .

Baca : 456 ASN melanggar prinsip netralitas Pilkada 2020, hanya 189 subjek yang dijatuhi sanksi- “Pilkada ini berbeda dengan yang lalu karena kita dalam keadaan darurat pandemi. Semua negara sedang melalui proses ini, dan karena kesetiaan kita pada demokrasi, kita harus terus melakukannya. Masalahnya, saat ini kita memiliki pengetahuan yang cukup tentang siapa itu Covid-19. Covid-19 setidaknya bisa mengatasi empat hal, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air sabun dan bahan lain, lalu berkata: “Selalu pakai masker, lalu hindari kelompok sosial.” Artinya, virus menyebar bila ada orang. Potensi bahaya kelompok. Selain itu, keramaian tidak hanya terjadi pada pertandingan politik seperti Pilkada, tetapi juga pada kegiatan lain seperti olah raga atau kegiatan keagamaan. Kuncinya adalah menghindari keramaian.

“Menurut pengalaman kami di Pilkada (Pilkada) lalu, memang ada beberapa kegiatan yang dilakukan di keramaian, seperti saat mendaftarkan calon. Nah, karena rumusnya kita sudah tahu cara mencegah penularan, kita Hormat dan hormat. Sahabat KPU, Bawaslu dan DKPP telah menetapkan aturan untuk menyesuaikan dengan kebiasaan baru atau membentuk sistem baru untuk mencegah berbagai tahapan pilkada serentak diadakan pada tahun 2020. Ini tidak akan menjadi media. Dia mengatakan: “Saya sudah melaksanakan Banyak perjanjian sanitasi. -Baca: Beberapa orang memilih untuk tidak melanjutkan Pilkada Kementerian Dalam Negeri: Jangan dianggap sendirian-oleh karena itu, katanya, tidak boleh memperlakukan Pilkada ini sebagai proses politik murni, tetapi juga melibatkan ekonomi, sosial dan Sistem lain. Oleh karena itu, yang sangat penting saat ini adalah bagaimana menjadikan proses pemilu sebagai peluang positif untuk melawan dan mengatasi pandemi beserta dampaknya. Kami membutuhkan lebih dari 50 orang dan memiliki prosedur kesehatan. Kami harus membatasi waktu pertemuan. Kita juga punya tema besar, yaitu menjadikan Pilkada ini sebagai motor penggerak, menjadikannya sebagai peluang, dan mengetahui bagaimana Pilkada berubah menjadi gelombang mobilisasi masyarakat, bukan sebagai sarana komunikasi. Agen Covid. Dia mengatakan: “Gerakan -19 perlawanan … Misalnya, agen pemilu KPU, menurut Bakhtiar, lebih dari 3 juta orang akan menjadi agen gerakan perlawanan terhadap Covid-19. Mereka tidak hanya menyebarkan langkah Pilkada. , Tapi bisa juga mensosialisasikan tata cara sanitasi.

“Nah, ini sangat berguna bagi kawan-kawan di pokja, aparat pemerintah dan pekerjaan kita. Masyarakat bisa mengikuti tata cara sanitasi. Selanjutnya kami akan mempromosikan tema kampanye. Peran pejabat daerah dalam penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya• Mendorong masyarakat untuk memilih calon Direktur Wilayah yang memiliki visi dan misi untuk rencana tersebut, dan ide-ide bagaimana menyelamatkan dan membantu warga selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kami memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya di 270 wilayah, untuk memiliki pemimpin daerah yang memiliki komitmen, ide, rencana khusus bahkan kegiatan khusus kepada masyarakat, bagaimana membimbing masyarakatnya agar tetap produktif, namun Tidak terpengaruh Covid-19, ”imbuhnya.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top