Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Wakil Presiden Malouf mengingatkan Pilkada agar tidak menjadi gelombang penyebaran Covid-19 lagi

In: Nasional

Reporter Jakarta Tribunnews.com Reza DeniTRIBUNNEWS.COM melaporkan – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap Pirkada tidak menimbulkan masalah lagi terkait Covid-19 pada 2020. Ma’ruf Amin (Ma’ruf Amin.) Diwawancarai Tribun-Network, Kamis (7/9/2020) di Kantor Wapres Kota Manden, Jakarta Pusat. ·

Maruf mengetahui bahwa memilih TPS akan menghasilkan kerumunan dan dia melanjutkan. Karena itu, kita harus siap mengantisipasi Pilkada tidak akan menjadi trend gelombang baru, ”lanjutnya.

Baca: Wakil Presiden KH Maruf Amin: Pandemi Covid-19 Cepat-Indonesia Seperti Negara yang kaya akan pengalaman pemilu, Maruf meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatur lebih ketat penyelenggaraan Pilkada tahun ini.

Baca: Wakil Presiden KH Maruf Amin: Menteri yang dikutuk Presiden

” Karena itu gimana kalo langsung berarti harus video atau harus ready misalnya bisa vote online. Kita sudah banyak pengalaman, mungkin kita bisa melakukan pengawasan lebih ketat selama Pilkada, “KPU sendiri sudah mempertimbangkan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung dan sudah mempertimbangkan opsi voting online. Pembahasan KPU di Lembaga Nasional Penanggulangan Bencana Pertengahan tahun Aud Budim Badan (BNPB) Graha, Senin (6/7). Teknologi informasi dapat digunakan untuk operasi online dalam proses ringkasan, namun hanya dalam proses ringkasan TPS menggunakan teknologi informasi Review elektronik. — Baca: Prabowo Hanya Senyuman, Keponakan Wakil Presiden Menteri Pertahanan dan Anak-anak Pilkada Tangerang Selatan

“Memang kita lakukan dengan melepas Situng kemarin, tapi budaya kita masih siap mengumumkan bahwa review elektronik adalah hasil resmi. ? Arif menambahkan. Bacaan: Virus corona sedang menyebar di udara. Ini saran para ahli epidemiologi tentang rencana pembukaan bioskop. Tidak hanya Pilkada, tapi pada Pemilu 2024, peninjauan elektronik akhirnya harus dilaksanakan. Arif mengatakan: “KPPS yang biasanya membuat salinan untuk diserahkan kepada saksi sudah tidak diperlukan lagi. Parpol tidak perlu mengirimkan saksi lagi.” – “Kalau abstrak elektronik diatur dengan jelas oleh undang-undang, pemilu kita akan ramah lingkungan. Kita Tidak membutuhkan banyak dokumen dan aman untuk Covid-19, ”lanjutnya.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top