Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Buronan 10 tahun divonis menggelapkan Rp 41 miliar dan ditangkap Kejaksaan Agung di rumahnya di Makassar.

In: Nasional

Laporan Tribunnews.com Reporter Igman Ibrahim Jakarta-Kejaksaan Agung Sulawesi Barat dan Kejaksaan Tinggi (Minggu) (20/9/2020) di Sulawesi Selatan Di Provinsi Makassar, buronan Arman Laode Hasan (52) ditangkap dengan tuduhan korupsi. -Pelaku ditangkap 10 tahun setelah pelariannya.

Menurut video yang diterima Tribunnews.com, Arman Laode terlihat berada di dalam rumah ditangkap oleh beberapa penyidik ​​yang berpakaian longgar. Hitam, dipimpin oleh penyidik.

Baca: Jaksa Agung mendukung upaya polisi menemukan tersangka kebakaran gedung Kejaksaan Agung

“Tersangka mewakili terpidana Arman Laode Hasan di kediamannya di Aroepala Angin sekitar pukul 09.30 WITA. Perumahan Mamiri, Blok E1, Blok Rappocini, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, mengatakan: “Ketua Jaksa Agung Hari Setiyono, Hari Setiyono, dalam keterangannya, Minggu (20/9/2020). -Hari mengatakan penangkapan Arman berdasarkan hasil penggeledahan dan pengawasan. Ini telah dilakukan dalam dua hari terakhir.

Akibatnya, penjahat berhasil ditemukan di rumahnya.

Baca: Kejaksaan Agung meneruskan perkara Djoko Tjandra ke Bareskrim dengan red notice.

Ia berkata: “Dua hari dilakukan penggeledahan dan tindak lanjut, dan keberadaan pelaku berhasil ditentukan. Tim tersebut pindah ke sana dan berhasil membolehkan pelaku kriminal Arman Laode Hasan (Arman Laode Hasan), ”tandasnya. Arman Laode Hasan (Arman Laode Hasan) di Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Barat (Surba) gedung Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Pasankayu Dihukum dalam kasus korupsi modal kerja industri jasa.

Baca: Judul Soal Kasus KPK, Kejaksaan Agung menolak memberikan bukti penyidikan kasus kuasa hukum Pinangki-dalam kasus ini, Arman merugikan ekonomi negara hingga Rp. Melalui kredit modal kerja jasa konstruksi fiktif selama 2006-2007, diperoleh keuntungan sebesar $ 41 miliar.

— – Dengan demikian, menurut putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, terpidana dinyatakan bersalah. 132 K / Pid.Sus / 1 Juni 2010, 2009.

Dalam putusan tersebut, kasasi terdakwa ditolak sehingga putusan Pengadilan Tinggi Makassar nomor: 195 / Pid / 2008 / PT / PT. Mks divonis 6 tahun penjara pada 5 Agustus 2008, dan denda 300 juta rupee hingga 3 bulan penjara. Dia berkata, hukuman fisik.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top