Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Pakar TPPU sepakat apakah terdakwa dalam kasus Jiwasraya itu buruk

In: Nasional

Laporan Reporter Tribunnews.com Dennis Destryawan-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Pengamat hukum Yenti Ganarsih yang juga ahli Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) berharap majelis hakim bisa mengadili kasus korupsi yang diduga dilakukan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kasus ini akan memberi terdakwa vonis tertinggi. Dia mengatakan, putusan terbesar harus diambil setelah berbagai fakta, bukti dan niat jahat atau niat dari keenam terdakwa terungkap.

Dalam persidangan korupsi Jiwasraya, banyak bukti yang terungkap. Misalnya, remunerasi tergugat dari sisi bisnis diberikan kepada tergugat lain dari pimpinan Givaslaya semula. “Hanya barang bukti yang muncul di persidangan, kalaupun ada alasan putusannya, hakim harus menyebutkan alat bukti itu,” kata Yenti, Kamis (10 Januari 2020). Dalam hal ini terdakwa melakukan pelanggaran niat baik atau jahat yaitu merusak ponsel yang merekam konten percakapan antara para terdakwa dengan menggunakan nama samaran hingga terakhir kali mantan pemimpin memanipulasi keuangan negara-Yenti mengatakan bahwa terdakwa harus disita. Tergugat dihukum berupa harta benda.

Baca: Review Jaksa Agung terhadap Pimpinan dan Manajer Investasi OJK Terkait Kasus Korupsi Jiwasraya-Menuduh Terdakwa Pemiskinan, Menyarankan Banyak Pemegang Polis Jiwasraya yang Jadi Korban dan Menghindari Terdakwa di Lapas Penyuapan saat memiliki sel mewah. – “Ini sering terjadi. Selain penyitaan, fakta bahwa harta terdakwa harus disita harus dikedepankan. Saya menerima pandangan ini, karena kemiskinan, efek jera mungkin besar,” kata Yenti. -Karena menurut Yenti, jika mengikuti perkembangan kasus media massa, hakim akan membuat vonis terbesar.

“Saya pikir hakim akan membuat putusan. Yang terbesar,” kata Yenti.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadiahkan Hendrisman Rahim, Presiden Direktur dan Direktur Jiwasraya, yang divonis 20 tahun kurungan perusahaan dan denda Rp 1 miliar pada 2008-2018. Sementara itu, Hary Prasetyo, Direktur Keuangan Jiwasraya 2008-2018, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan denda Rp1 miliar. Sementara itu, tergugat swasta Joko Hartono Tirto divonis penjara seumur hidup dan denda Rp 1 miliar.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top