Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Otto Hasibuan menjawab, Kejaksaan Agung menjelaskan dasar hukum pidana penjara Djoko Tjandra.

In: Nasional

Eksekusi itu merujuk pada penangkapan Djoko Tjandra di Rutan Kelas I Jakarta Pusat.

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menjelaskan hukuman penjara dua tahun bagi Djoko Tjandra memiliki akibat hukum tetap. Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Nomor (PK): 11 Juni 2009, Desember 2008 / Pid.Sus.

Baca: Otto Hasibuan tentang Pokok-pokok Penahanan Djoko Tjandra, Harap Pertimbangkan Opsi Awal — -Djoko juga divonis denda 15 juta rupiah subsider tiga bulan kurungan. Angka yang mewakili PT adalah 0999.045197. Era Giat Prima, saldonya Rp. 546468 544 738 738 disita dan dikembalikan ke negara-atas dasar itu Kejaksaan Agung melaksanakan penahanan terhadap Djoko Tjandra. Hal ini juga sesuai dengan 270 KUHAP, Pasal 30 ayat 3, b UU No. 16 Tahun 2004, dan Pasal 54 ayat 1 UU No. 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman.

“Putusan PK memiliki kekuatan hukum tetap. Oleh karena itu, setelah terpidana ditangkap, JPU mengeksekusi eksekusi pada Jumat, 31 Juli 2020 sesuai perintah Jaksa Agung Daerah Selatan. Harry kepada wartawan: Jakarta No. -693 / M.1.14 / fd.1 / 05/2020, 20 Mei 2020, masuk Rutan Klas I Jakarta Pusat, dijatuhi 2 Lapas dan denda Rp 15 juta. Selasa (8 April 2020) Hari) .

Mengenai penegakan, sisanya Rp 546.468.544.738 yang dilakukan oleh jaksa pada tahun 2009.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top