Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Ara Sirait: Cakada, yang melanggar peraturan kesehatan atau menunda Pilkada, didiskualifikasi

In: Nasional

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Tokoh etnis Maruarar Sirait menilai pernyataan dan rencana Direktur Otonomi Daerah Akmal Malik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pelanggaran kesepakatan dan kesehatan daerah sangat terlambat. -Kami tahu bahwa Akmal mengatakan dia akan menunda pencalonan kandidat. Kepala daerah yang melanggar peraturan kesehatan selama proses pendaftaran (Negara Gakada). Sanksi itu salah satunya mengirimkan pemenang pilkada ke Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk dikaji kepatuhannya terhadap regulasi. Maruarar Sirait mengatakan: “Kemana-mana-tunda pelantikan. Kalau begitu, nanti sudah terlambat. Saat ini perlu dilakukan pencegahan. ‘Cegah dari awal. Mulai sekarang.” Rabu (9/9/2020) malam.

Baca: Menteri Dalam Negeri telah mengusulkan bahwa jika pemegang tetap melanggar “Protokol Kesehatan” Pilkada, dapat didiskualifikasi. Aturan dan tindakan yang tegas dan jelas, karena bila dibiarkan membahayakan keselamatan bangsa Indonesia.

Aturan dan tindakan ini harus benar-benar memiliki efek jera. Setelah kejadian atau setelah pemilu. Itu harus sebelumnya. Calon kepala daerah adalah calon kepala daerah. Jika melanggar ketentuan kesehatan dan membahayakan masyarakat, maka mereka akan didiskualifikasi dari kompetisi, “kata Allah, panggilannya. -Allah tegaskan itu setelah ditahan Pilkada Sanksi tersebut sudah terlambat bagi keselamatan rakyat Indonesia.

Walaupun Indonesia saat ini dalam keadaan yang sangat serius dan kritis saat pandemi Covid-19, ada ratusan atau ribuan pendukung, kemudian Sudah terlambat ngerumpi di berbagai tempat lalu menang dan menjatuhkan sanksi baru. Ini berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Ya, kalau memang melanggar kualifikasi untuk didiskualifikasi, “kata Allah sambil menegaskan lagi. .

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top