Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Nadiem meningkatkan distribusi dana BOS guru honorer menjadi 50%

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com, laporan Fahdi Fahlevi-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meningkatkan gaji guru honorer Dana Bantuan Bisnis mengalokasikan saham sekolah (BOS). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memungkinkan sekolah untuk menggunakan 15% dana BOS untuk mendanai guru honorer. Pada tahun 2020, Nadiem akan meningkatkan alokasi hingga 50% dari dana BOS. Nadim mengatakan: “Pada tahun 2020, hanya ada satu batasan, yaitu batas atas dana BOS adalah 50%, dan batas atas yang dapat digunakan untuk mendanai guru honorer adalah 50%.” Diadakan pada hari Senin (02/10/2020) di kantor Kementerian Keuangan Jakarta Pusat.

Baca: Pastor Benny menyambut niat Kementerian Agama untuk melelang posisi Direktur Komunitas Katolik Posisi Masyarakat

Baca: Cara menggunakan ponsel Android / iOS Buat saluran YouTube dengan laptop dan pastikan bahwa Anda memiliki akun Google – biaya sekolah guru Dana BOS untuk sekolah dapat memiliki beberapa persyaratan, yaitu, guru sudah memiliki jumlah pendidik dan pendidik (NUPTK) yang unik, belum Memperoleh sertifikat pendidik, dan terdaftar dalam data pendidikan dasar (Dapodik) sebelum 31 Desember 2019. -Baca: Pastor Benny menyambut niat Kementerian Agama untuk mengadakan pelelangan untuk memandu jabatan direktur jenderal komunitas Katolik Menurut Nadiem, langkah itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer. Nadim mengatakan: “Ini adalah langkah pertama untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang berdedikasi sejauh ini.” Selain itu, jika ada sisa dana, dana BOS juga dapat ditetapkan oleh Nadim. Jumlah maksimum atau minimum dana BOS yang digunakan untuk membeli buku dan alat multimedia – kita tahu bahwa alokasi dana BOS telah berubah tahun ini. Tahun ini, pemerintah telah mengubah tiga tahap dari tiga tahap sebelumnya melalui Departemen Keuangan dan Departemen Pendidikan. Sistem alokasi dana BOS – tahap pertama dari pengeluaran adalah 30%, tahap kedua dari pengeluaran adalah 40%, dan tahap ketiga dari pengeluaran adalah 30% dianggap lebih sederhana dari pembayaran sebelumnya – pada saat yang sama Proses alokasi BOS juga berubah, dan dana ditransfer langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening sekolah. Sebelumnya, distribusi harus dilakukan melalui rekening kas provinsi (RKUD).

Selain kebijakan distribusi dan penggunaan, pemerintah juga telah meningkatkan harga unit BOS per siswa di sekolah dasar (SD), sekolah menengah (SMP) dan sekolah. lycée (SMA), Rp 100.000 per siswa.

Dulunya sekolah dasar 800.000 rupiah per siswa per tahun, tetapi sekarang telah menjadi 900.000 rupiah per siswa per tahun. lycées dan lycées setiap siswa mencapai 1.100.000 Rp dan 1.500.000 Rp setiap tahun

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top