Loading the content... Loading depends on your connection speed!

KPK mengidentifikasi tersangka baru dalam kasus eks Korupsi Kabupaten Lampung Selatan

In: Nasional

Laporan wartawan Tribunnews.com Ilham Rian Pratama-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka baru Lampung Selatan dalam perkembangan kasus korupsi terkait pembelian barang dan jasa di lingkungan pemerintahan. Tahun anggaran 2016 dan 2017 Bupati.

Tersangka adalah Hermantha Hamidi (HH), Ketua PUPR Kabupaten Lampung Selatan tahun 2016-2017. MP mengatakan pada hari Kamis bahwa dengan mengidentifikasi KK sebagai tersangka, tersangka telah bersama-sama menerima dugaan pembelian barang dan jasa terkait hadiah atau janji oleh Kabupaten Lampung Selatan pada tahun anggaran 2016 dan 2017. Gedung Jakarta ( 24/9/2020) .

Baca: Tiba-tiba Panitia Pemberantasan Korupsi Menggeledah Kabupaten Lampung Selatan Lagi Siapa Yang Akan Jadi Tersangka Baru?

Karyoto menjelaskan bahwa dalam menjalankan fungsi pokok PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Hermansyah dan Syahroni (kini PUPR Kadis) mendapat perintah dari terpidana Zainudin Hasan untuk menjabat sebagai Bupati Lampung Selatan periode 2016-2021 Wang, agar bisa mengumpulkan hingga 21% anggaran proyek dari kantor PUPR di Kabupaten Lampung Selatan.

Hermansyah kemudian memerintahkan Syahroni untuk mengambil setoran tersebut, yang di antaranya: “ Ron menagih setoran, kalau saya ada perintah serahkan ke Mas Agus . ” –Baca: Bertindak agar Bupati Lampung Selatan dan Kapolres memberangkatkan GAK pengawas ke Desa Hargop Hancur

– Intinya tersangka meminta Syahroni untuk mengambil setoran kemudian menyerahkannya kepada Agus Bhakti Nugroho, yang terakhir adalah Pakar di Kabupaten Lampung Selatan dan Anggota DPRD Provinsi Lampung Selatan. -Selain itu, Karyoto mengatakan, Syahroni kemudian menghubungi rekanan kantor PUPR di Kabupaten Lampung Ilatan dan meminta rekanan dan rekanan konspirasi untuk membeli rencana dari kantor PUPR di Kabupaten Lampung Selatan tergantung setorannya. Itu tergantung pada jumlah dana yang disimpan.

“Selain itu, dibentuk tim khusus untuk mengunggah kutipan rekanan berdasarkan plot yang disiapkan sesuai nilai margin yang diajukan rekanan.” Dana yang diajukan rekanan dikumpulkan oleh Hermansyah dan Syahroni, dan selanjutnya Juga disimpan di Zainudin Hasan, sumbangan Agus Bhakti Nugroho, dengan total Rp 72.742.792. 145.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top