Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Anggota Partai Demokrat: Tanpa beberapa perilaku buruk, istilah “Anjay” tidak bisa dianggap sebagai tindak pidana

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Vincentius Jyestha melaporkan dari Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ketua Komite Nasional Kesejahteraan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait menyerukan larangan penggunaan istilah “Anjay”. Dia juga mengatakan bahwa siapa pun dapat dihukum karena tindakan tersebut.

Terkait hal ini, anggota Komite Ketiga Partai Demokrat dari Partai Demokrat dari Fraksi Demokrat Bedik Mukriato tidak sependapat dengan pernyataan Ariste. Tindak pidana adalah tindak pidana, perbuatan yang dilarang oleh hukum pidana, dan disertai dengan ancaman atau hukuman kepada siapa saja yang melanggar larangan tersebut. Didik mengatakan: “Tindak pidana atau pidana yang dapat didakwa termasuk tindak pidana dan perbuatan melawan hukum. Kejahatan diatur dalam kitab kedua KUHP, dan tindak pidana diatur dalam kitab ketiga KUHP.” Tribunnews. com, Senin (31 Agustus 2020).

Baca: Benarkah Sebutan Anya Menghukum Penjara? Demikian tafsir Komnas PA-Terkait hal tersebut di atas, Didik menjelaskan bahwa jika seseorang tergolong tindak pidana dan / atau perbuatan melawan hukum maka orang tersebut akan melakukan tindak pidana.

Dengan kata lain, ketika perilaku merupakan kondisi yang membuat seseorang layak untuk melakukan kejahatan. Namun, Didik tidak menganggap istilah “anjay” sebagai tindak pidana.

Di Dick sekali lagi mengemukakan bahwa menjadi kejahatan harus dibarengi dengan tindak pidana atau perbuatan melawan hukum. , Anggota DPR: Lebay adalah bahasa kopi dan teh- “Pada saat yang sama, jika tidak ada tindak kejahatan dan perbuatan melawan hukum, maka kata’anjay ‘tidak otomatis disebut sebagai tindak pidana.” Komisi Nasional Kesejahteraan Anak Ketua Arist Merdeka Sirait menjelaskan niat partainya untuk mengajukan banding atas istilah “anjay”.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top