Loading the content... Loading depends on your connection speed!

KPK menangkap 2 tersangka korupsi terkait proyek pembangunan jembatan Riau Bangkinang

In: Nasional

Laporan wartawan Tribunnews.com Ilham Rian Pratama

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menangkap direktur PT Wijaya Karya Distrik II (Persero) Tbk / Direktur Operasi Pertama PT Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dan Pejabat Partisipasi (PPK) dalam pembangunan jembatan tepi laut antara Bina Marga dan Dinas Pengairan di Kabupaten Campa, Kota Riau, Provinsi Adnan. Mulai 29 September 2020 hingga 18 Oktober 2020, selama 20 hari di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih, “kata Wakil Presiden KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Selasa (29/9/2020) .- — Baca: Untuk Cegah Klaster Baru, Satgas Covid dan Pemprov DKI Wajibkan Pemeriksaan ke Rutan KPK

Lili ad sebelumnya mengabarkan Suarbawa dan Adnan akan diisolasi di Rutan KPK Kavling C1. Guna Cegah Wabah Covid-19 Penyebaran penyakit. – KPK menunjuk Suarbawa dan Adnan pada 14 Maret 2019 untuk menuduh Suarbawa dan Adnan melakukan korupsi dalam pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang pada tahun anggaran berjalan 2015-2016, di Kampar, Provinsi Riau Kabupaten .

Baca: KPK: Review Kerja Sama Dengan Aset 13 GBK

“Dalam Penyidikan, KPK Memeriksa 73 Saksi, di antaranya Kabupaten Campbell, Kabupaten Boca PBJ Campbell, dan DPRD Campbell , Peserta lelang, pelaksana proyek dan subkontraktor, serta tenaga ahli di bidang pengadaan barang dan jasa serta tenaga ahli konstruksi untuk memberikan informasi. Perbuatan kedua tersangka tersebut diduga melanggar Pasal 55 ayat (1) pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi. Salah satu hukum pidana. — Baca: KPK berharap Mahkamah Agung memberikan dalil yang jelas terkait sunat di masa korupsi-mengingat Pemerintah Kabupaten Kampar telah menginisiasi sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan Jembatan Bangkinang atau yang kemudian dikenal dengan jembatan kota pesisir.

Pada pertengahan tahun 2013, Adnan diduga telah melakukan pertemuan di Jakarta dengan I Ketut Suarbawa, Direktur PT Wijaya Karya Distrik II. Dalam pertemuan tersebut, Adnan memerintahkan untuk memberikan Suyarbawa informasi tentang desain jembatan dan perkiraan insinyur.

Pada 19 Agustus 2013, Kantor Pengadaan Komoditas dan Jasa Kabupaten Jinbao mengumumkan lelang konstruksi dan ruang lingkup dasar jembatan tepi laut kota pada tahun fiskal 2013. Lelang ini dimenangkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Pada bulan Oktober 2013 telah ditandatangani kontrak pembangunan jembatan kota tepi laut untuk tahun anggaran 2013, dengan total nilai sebesar Rp15.198.470.500, ruang lingkup proyek didasarkan pada jembatan dan selama masa pelaksanaan. Proyek tersebut berlanjut hingga 20 Desember 2014. -Setelah penandatanganan kontrak, Adnan meminta konsultan membuat perkiraan insinyur untuk pembangunan jembatan kota tepi laut pada FY2014, sementara Salvador Basso meminta kenaikan harga unit beberapa proyek. KPK menduga kerja sama antara Adnan dan Suarbawa dalam penentuan harga perkiraan sendiri ini akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, hingga implementasi APBD 2015, pembangunan multi tahun jembatan kota tepi laut yang didanai 2015, amandemen “APBD” dan “APBD 2016”. -Untuk tujuan ini, Adnan akan menerima sekitar 1 milyar rupee (Rp), yang merupakan 1% dari nilai kontrak. Diduga terjadi kolusi dan pengaturan tender ilegal antara Adnan dan Kitu Suyarbawa. ——Kosovo Liberation Army mencurigai bahwa dalam proyek ini negara mengalami kerugian finansial sebesar Rp50 miliar dibandingkan dengan nilai berbagai mata uang. Dan total anggaran proyek pembangunan jembatan kota tepi laut tahunan 2015 adalah Rp117,68 miliar.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top